Tepian Mahligai Mendadak Ramai, Festival Berjalan Menarik

Tepian Mahligai Mendadak Ramai, Festival Berjalan Menarik

XIII KOTO KAMPAR (SK) - Tepian Mahligai yang terletak di pinggir Danau PLTA Koto Panjang, Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar mendadak ramai, Sabtu (24/2/2018) sore. Di sini untuk pertama kali digelar sebuah festival yang akan berlangsung hingga Ahad (25/2/2018).

Selain pembukaan festival juga digelar Pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) Kampung Danau Koto Panjang oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Riau yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Yul Akhyar. 

Festival sendiri menampilkan parade budaya, musik tradisional, kuliner ikan bakar, sejarah PLTA, diskusi wisata, puisi rimba dam permainan tradisi.

Acara pembukaan festival dan pengukuhan Pok Darwis Kampung Danau Koto Panjang ini juga dihadiri, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Amir Hamzah, Camat XIII Koto Kampar yang diwakili Kasi Pemerintahan Abdul Azis, Kepala Desa Pulau Gadang Abdul Razak, Pembina Pok Darwis Kampung Danau Koto Panjang Syofian Datuk Majo Sati, Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (Stipar) Riau Risna Yanti,MPar, penggiat sosial Afrida Yani yang juga Ketua KPB,  lembaga pengembangan wisata Riau dan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Riau yang diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata Yul Akhyar dalam pengarahannya menyampaikan, banyak destinasi menarik di Kabupaten Kampar dan terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar.

Mulai masuk di Desa Pulau Gadang terdapat Puncak Bukit Uluk Kasok yang kemudian dikenal dengan Raja Ampat Sumatera, Puncak Kompe, Cubodak Hill, Tepian Mahligai. Kemudian diteruskan ke Tanjung Alai terdapat Panorama, Puncak Pijatan, Gulamo, Pulau Simo, Candi Muara Takus, Air Terjung Sungai Osang di Koto Tuo dan Air Terjun Panisan dan Sungai Kopu di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu.

Dikatakan, dalam pengembangan pariwisata itu ada tiga hal yang menjadi perhatian yakni aksesibilitas, amenitas dan aksi. "Kenapa dikembangkan pariwisata, karena pariwisata yang bisa bikin orang bahagia. Pariwisata juga akan menumbuhkan ekonomi," ujar Yul Akhyar.

Ia berharap dengan berkembangnya pariwisata jangan menjadi rusuh. "Contoh lah di Pulau Jering, Pulau Cinta. Yang menarik ibu-ibu menarik karcis pakai hijab dan hanya bayar Rp 5.000," bebernya.

Jumlah kunjungan wisatawan asing di Riau selama tahun 2017 mencapai 102.000 orang dan tak kurang sebanyak sekitar Rp 1 triliun uang berputar atau dibelanjakan di Riau. 

Sementara kunjungan wisatawan nusantara diperkirakan sebanuak 6,5 juta orang berkunjung di Riau selama tahun 2017 dan diperkirakan tak kurang Rp 6,4 triliun dibelanjakan.

Pembina Pok Darwis Kampung Danau PLTA Koto Panjang Syofian Datuk Majo Sati menyampaikan, daerah ini adalah genangan bekas kampung lama yang tenggelam oleh proyek PLTA Koto Panjang. Namun beberapa waktu terakhir masyarakat kembali memanfaatkan alam di Danau PLTA Koto Panjang untuk lokasi wisata baru.

Ia mengungkapkan, di Kenegerian Pulau Gadang, Desa Pulau Gadang dan Koto Masjid sedang booming tempat wisata. Sebut saja Puncak Ulu Kasok, Tepian Mahligai, Puncak Kompe, Tepian Mahligai, Cubodak Hill dan beberapa pulau dan Air Terjun Tombang Mughai.

Namun masyarakat mengalami masalah yakni soal kepemilikan lahan. Lahan sebagian besar berstatus hutan lindung dan hutan produksi terbatas.

"Perumahan sekarang masuk HPL. Susah membuat surat tanah apalagi di Danau PLTA Koto Panjang," ungkapnya.

Kalau mengandalkan dana Pemda untuk membangun kawasan wisata ini mustahil karena membangun di atas hutan lindung. Ia berharap PT PLN mengucurkan dana CSR di Danau PLTA Koto Panjang. "Insya Allah PLN Wilayah Pekanbaru akan menjadikan desa Pulau Gadang sebagai desa binaan," bebernya.

Sementara itu Dosen Stipar Risna Yanti,MPar mengatakan melihat cukup besar potensi wisata di kawasan XIII Koto Kampar dan ini bisa dijadikan kawasan terpadu, mulai Ulu Kasok sampai Sungai Kopu di Tanjung.

"Kalau jadi kawasan pariwisata terpadu akan lebih kuat dan terpadu," tuturnya.
 
Stipar akan melakukan pelatihan dan penyuluhan untuk Pok Darwis dan menjadikan Tepian Mahligai jadi kawasan menarik di Kampar. "Titik promotornya ada di Tepian Mahligai," ulasnya.

Ia menyarankan Pok Darwis membuat kegiatan waktu libur di lokasi ini sehingga bisa menarik wisatawan singgah di Danau PLTA Koto Panjang.(hir)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Edwinsag

    canadian viagra without prescription http://ydfhs.iylqx.cn/link.php?url=http://thefreaktone ...

    View Article
  • Pyslema

    buy cialis online us [url=http://buycialisonlinemx.com/#]buy generic cialis online[/url] ...

    View Article
  • SmityLic

    buy cialis online us [url=http://buycialisonlinemx.com/#]buy generic cialis online[/url] ...

    View Article
  • Edwinsag

    cheap viagra online without prescription ...

    View Article