Ribuan Orang Diperkirakan Sambut Jenazah Ridho Alhafidz Besok di Danau Bingkuang

Ribuan Orang Diperkirakan Sambut Jenazah Ridho Alhafidz Besok di Danau Bingkuang

BANGKINANG (SK) - Ribuan orang diperkirakan akan menyambut kedatangan jenazah Ridho Alhafidz, mahasiswa asal Kabupaten Kampar yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan di Kairo, Mesir, besok Jum'at (7/10/2016) pagi di kampung halamannya di Danau Bingkuang, Kecamatan Tambang.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YASPI) yang menaungi Pondok Pesantren Islamic Center Alhidayah Kampar Drs H Syafrizal, M.Si kepada suarakampar.com, Kamis (6/10/2016) sore mengungkapkan, kedatangan salah seorag mantan santri terbaik Pondok Pesantren Islamic Center Alhidayah Kampar itu akan disambut masyarakat maupun santri dan majelis guru Pondok Pesantren Islamic Center Alhidayah. "Santri dan majelis guru akan dikerahkan ke rumah orang tua almarhum di Danau Bingkuang, Kecamatan Tambang," ucap Syafrizal.

Dikatakan, jenazah menurut rencana akan diterbangkan dari Jakarta ke Pekanbaru dengan menggunakan pesawat garuda, Jum'at (7/10/2016) pagi dan diperkirakan tiba sekira pukul 07.45 WIB di Bandara SSQ II Pekanbaru dan langsung dibawa menuju rumah duka di Danau Bingkuang, 

Dikatakan, jenazah Ridho sebelumnya  telah disholatkan di Masjid Azhar, Kairo, Rabu (5/10/2016) dan jenazah telah diberangkatkan ke Indonesia dengan pesawat Turkisy Airlines, tiba di Jakarta pada Kamis (6/10/2016) malam.

Seperti diberitakan, kematian anak pasangan Almarhum Ramli dan Saidah itu membuat heboh masyarakat Kabupaten Kampar terutama masyarakat di Danau Bingkuang, kampung halamannya maupun di Pondok Pesantren Islamic Center Alhidayah Kampar.
 
Kabar kematian anak yang terkenal pintar dan baik dari keluarga sederhana itu juga heboh di media sosial. Banyak yang mengabarkan dan ikut berduka cita atas meninggalnya salah satu aset terbaik Kabupaten Kampar tersebut.   
 
Menurut Syafrizal, banyak prestasi yang telah diraih si murah senyum ini, mulai dari juara umum, penghafal Alqur'an terbaik, santri terdisiplin dan banyak lagi. Perlombaan tingkat kabupaten sampai provinsi pun tak luput dari jangkauannya. Terlahir di keluarga yang sederhana namun dengan didikan keagaamaan yang kental membuat Ridho kecil sangat mematuhi Allah dan mencintai Rasulullah. 

Masuk ke PPICA di Program Keagamaan semakin membuat ia bertekad untuk menjadi ulama, akhirnya Al Azhar Kairo pun menjadi cita-citanya.  Dikaruniai otak cerdas, kemauan yang kuat serta berbekal ilmu yang cukup membuat jajaran pengurus YASPI Abuya Habdad beserta Pimpinan Pondok Islamic Centre Alhidayah Kampar berkeputusan untuk memberi kesempatan kepada Ridho untuk melanjutkan pendidikannya ke Al Azhar dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh Yayasan.

Ridho berangkat ke negerinya para ulama pada tahun 2014. Tahun ini ia baru saja memasuki tingkat tiga.(hir)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 4 Komentar untuk Berita Ini

  1. Zhavira 07 Okt 2016, 03:10:51 WIB

    Khusnul khotimah adinda ...
    Semoga amal ibadah mu, di terima di sisi NYA.
    Aamiin...

    refni wahyuni 07 Okt 2016, 11:24:50 WIB

    semoga ditempatkan disurgaNya.

    Rezky abdillah 07 Okt 2016, 14:13:35 WIB

    Semoga allah menerima semua amal ibadah mu, kak

    Midun 27 Jan 2017, 11:20:41 WIB

    sungguh aku tak sanggup jujur aku tak bisa

View all comments

Write a comment