Pertahankan Juara Umum, Ini Kiat-kiat yang Dilakukan Bengkalis

Pertahankan Juara Umum, Ini Kiat-kiat yang Dilakukan Bengkalis

BANGKINANG (SK) – Kabupaten Bengkalis berhasil mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau. Selain keberhasilan itu, Bengkalis juga mampu mendongkrak jumlah perolehan medalinya yang jumlahnya sangat signifikan pada Porprov IX tahun 2017 di Kabupaten Kampar. Untuk medali emas saja, Bengkalis mampu menambah koleksinya lebih dari 100 persen

Pada Porprov Riau VIII tahun 2014 di Indgragiri Hulu, Kontingen Negeri Junjungan ini mengoleksi 47 emas , 34 perak dan 50 perunggu dengan total  131 keping medali.  Sementara pada Porprov IX tahun 2017 di Kabupaten Kampar, Bengkalis meraup 86 ema 58 perak dan 79 perunggu.

Bengkalis juga berhasil mengungguli tuan rumah Kabupaten Kampar yang mengumpulkan 70  medali emas, 58 perak dan 63 perunggu.  Artinya, juara bertahan itu unggul 16 keping medali emas pada pesta olahraga terakbar se-Provinsi Riau ini.

Nah, apa saja kiat-kiat yang dilakukan Bengkalis sehingga kabupaten ini prestasinya cukup stabil di arena pesta olahraga multi iven di Bumi Lancang Kuning ini.

 

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bengkalis Syaukani Al Karim dalam bincang-bincangnya dengan suarakampar.com, Selasa (7/11/2017) di Media Centre Porprov Riau IX 2017 mengungkapkan, ada Porprov 2017 ini Bengkalis mampu melampui target 77 medali emas.

 

Ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang menargetkan hanya meraih medali perak dibeberapa nomor pertandingan ternyata mampu menyabet medali emas. Cabor itu diantaranya dayung yang meraih 3 medali emas dan cabor angkat besi, angkat berat dan binaraga yang menargetkan 10 medali emas ternyata mendapatkan 13 medali emas. Keberhasilan beberapa cabor ini bisa menutupi target-target yang meleset pencapaiannya.

 

“Dayung target kita perak justru dapat emas. Karate yang kita targetkan tiga emas hanya meraih satu emas. Begitu juga taekwondo target dapat tiga cuma dapat dua emas,” ujar Syaukani.

 

Ia mengakui, kontingen Bengkalis maupun pesaingnya terutama Kabupaten Kampar ada perubahan yang luar biasa. Ia mengaku, Kampar kedepan menjadi ancaman serius Bengkalis karena saat ini Kampar semakin lengkap sarana dan prasarananya setelah menjadi tuan rumah dan adanya komitmen Bupati Kampar H Azis Zaenal untuk meningkatkan prestasi olahraga Kampar.

 

“Ini kalau saya dengar tadi bupatinya luar biasa. Olahraga ini kalau bupatinya mau pasti bisa sukses,” tutur pria yang juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bengkalis ini.

 

Lantas, bagaimana kita Pemkab Bengkalis, KONI dan pengurus cabang olahraga membina atlet-atlet mereka? Secara terbuka Syaukani mengungkapkan, saat ini ada beberapa kecamatan yang khusus menggalakkan pembinaan beberapa cabor tertentu.

 

“Misalnya kempo, kegiatan ektrakurikuler di sekolahnya di Kecamatan Bantan itu cabor kempo. Kebetulan pelatih kempo ini guru di sekolah, sehingga kami memberi kewenangan penuh kepada guru ini untuk melatih kempo di daerah itu,” beber Syaukani.

 

Sesuai keuangan daerah, Pemkab Bengkalis juga memberikan dukungan dana untuk pembinaan cabor  ini. Cabang lainnya yang dibina di kecamatan adalah dayung yang memberdayakan anak-anak nelayan untuk dilatih cabor dayung. Sepak takraw di Bantan. Untuk cabor panjat tebing dilakukan di Bengkalis. Pemkab mendukung sarana prasarana, peralatan latihan dan uang pembinaan. “Ada rumah yang bisa ditempati di sekitar area panjat tebing ini, bahkan atlet bisa menginap di sana,” katanya.

 

Untuk olahraga renang dan beberapa cabor beladiri, Pemkab dan KONI Bengkalis memfokuskan pembinaan di Duri.

 

Dalam melakukan pembinaan ini, KONI Bengkalis juga memfungsikan peran Koordinator Kecamatan (Korcam). “Kami minta  Korcam untuk memantau perkembangan olahraga di kecamatannya. Kita beri biaya setiap tahun untuk monitoring,” bebernya lagi.

 

Untuk memotivasi atlet berprestasi, Pemkab Bengkalis juga telah menganggarkan uang pembinaan. Prestasi yang dihargai ini minimal kejuaraan di tingkat provinsi. Tingkatan uang pembinaan ini ada tiga yaitu yang menang pada kejuaraan ditingkat provinsi, nasional dan internasional. “Atlet anggar kita ada yang berprestasi ditingkat internasional utusan Asean Games Megawati dan Zulfikar. Mereka juga pernah dapat perak dikejuaraan dunia,” ulasnya.

 

Disamping adanya uang pembinaan, Pemkab juga memberi uang penghargaan setiap tahun. “Jumlahnya tak besar tapi bervariasi. Intinya ada untuk pemberi semangat,” terangnya. Uang pembinaan untuk prestasi internasional Rp 10 juta setiap tahun dan prestasi nasional Rp 7,5 juta setiap tahun dan provinsi Rp 5 juta setiap tahun.

 

Meski belum memiliki pusat latihan macam pusat pendidikan dan latihan pelajar (PPLP) maupun pusat pendidikan dan latihan mahasiswa (PPLM) namun Bengkalis memanfaatkan venue ketika menjadi tuan rumah Porprov (sebelumnya Porda red) tahun 2009 lalu. Kita manfaatkan venue kita yang dibangun saat menjadi tuan rumah dulu. Di venue ini ada semacam basecamp, misalnya di panjat tebing. Di situ ada kompor, fasilitas untuk makan dan minum. Anak-anak tidur di situ, pagi sudah latihan,” katanya.

 

Syaukani juga mengakui ada beberapa cabang olahraga Bengkalis masih lemah seperti cabor favorit sepakbola yang kalah pada babak penyisihan. Begitu juga cabor bola basket, tenis lapangan, bulu tangkis yang hampir disapu bersih Kampar.(Akhir Yani)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment