Perkembangan Kasus Kasatpol PP Kampar, Pasca 41 Hari Ditangkap

Perkembangan Kasus Kasatpol PP Kampar,  Pasca 41 Hari Ditangkap

BANGKINANG (SK) – Hari ini, Rabu (17/1/2018) tepat hari ke-41 pasca penangkapan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Kampar MJ bersama stafnya IG yang juga bendahara serta Ar selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dana pengamanan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau tahun 2017 atas dugaan pemotongan dana pengamanan Porprov Riau tahun 2017.
 
Kepada sejumlah wartawan di Bangkinang, Kuasa Hukum MJ dan IG Beni Zairalatha,SH,MH didampingi Afrizal,SH dan Dedi Irawan,SH menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan sekalipun langit runtuh.

“Biarkan saja ini proses di mata hukum biarkan hukum bicara, fiat justitia ruat coeleum," ujar Beni. 

Selaku kuasa hukum MJ dan IG diperkara ini Beni menyebutkan, MJ dan IG yang diduga dan patut diduga telah melakukan perbuatan pidana berdasarkan pemeriksaa polisi, sesuai dengan  Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor)  Pasal 12 e dan f, sesuai dengan berita acara penyidikan (BAP).
 
MJ sejauh ini telah menjawab 55 pertanyaan dari penyidik Direktorat Reskrim Umum Polda Riau terkait pasal yang didugakan. Sedangkan IG telah menjawab sekitar 40 pertayaan. Semua pertanyaan ini telah dijawab dengan baik. 

Terhadap yang diduga polisi dengan azas praduga tak bersalah, semuanya akan dibuktikan di pengadilan. “Begitu juga terkait barang bukti dan alibi kepolisian semua tentu akan diuji di pengadilan,” kata Beni.
 
Terhadap pengembangan perkara pihak kuasa hukum berharap polisi mempercepat perkara ini agar sampai ke pengadilan supaya jelas hari persidangan yang ditentukan. Kenapa lambat saya tak tahu. 

Dikatatakan Beni, saat ini telah memasuki masa penahanan yang kedua atau telah dilakukan perpanjangan masa penahanannya.
 
Disamping itu ia mengakui sudah mengajukan surat penangguhan penahanan, namun setakat ini belum dikabulkan kepolisian. Alasan pengajuan penahanan ini karena terkait penyelesaian tanggungjawab MJ selaku Kasatpol PP Kampar dalam penggunaan APBD Kabupaten Kampar tahun 2017. 

Dalam kesempatan ini Beni Zairalatha juga mengungkapkan bahwa kliennya tidak pernah melakukan perbuatan pemotongan dana pengamanan Porprov Riau tahun 2017. “M Jamil tidak ditangkap OTT (operasi tangkap tangan) tapi saat itu ia ditelpon agar datang ke kantor Satpol PP karena ada pemeriksaan terhadap stafnya,” ucap Beni. Saat itu MJ sedang beristirahat siang di rumah.
 
“Kasat Pol PP tidak bersalah karena beliau tidak terlibat langsung dalam pengutipan gaji ini,” terang pengacara muda ini.  

Sedangkan IG kapasitasnya membantu salah seorang PPTK karena terlalu banyak dana yang akan dibagikan untuk pembayaran honor pengamanan Porprov bahkan nilainya miliaran rupiah. “Beliau (IG) membantu pembayaran gaji maka saat itu beliau ditangkap,” terangnya.

Ia berharap, kliennya tidak dihukum dengan opini masyarakat. “Kalaupun beliau salah. Hukumlah beliau, namun jangan dihukum dengan opini masyarakat. Kalau dia tak bersalah tolong dibebaskan,” ucapnya.

Mengenai barang bukti ratusan juta rupiah itu menurut Beni tidak seluruhnya barang bukti dari dana pemotongan sebab ada sebagian dari brankas dana rutin lain. 

Polda Riau menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Satpol PP Kabupaten Kampar, M Jamil. Pelaku diduga melakukan pemotongan dana pengamanan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau 2017.
 
Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo mengatakan, selain Kepala Satpol PP Kampar, tim Direktorat Reskrim Umum Polda Riau juga mengamankan dua orang lainnya. Keduanya adalah Ardinal selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Indra Gusnaidi sebagai Bendahara Pengeluaran Porprov.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Riau menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Satpol PP Kabupaten Kampar, MJ dan staf, Kamis (7/12/2017) karena diduga melakukan pemotongan dana pengamanan Porprov Riau 2017.
 
Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo kepada wartawan sehari pasca penangkapan, Jumat (8/1/2017) menjelaskan, selain Kepala Satpol PP Kampar, tim Direktorat Reskrim Umum Polda Riau juga mengamankan dua orang lainnya. Keduanya adalah Ar selaku PPTK dan IG sebagai Bendahara. OTT ini dipimpin Kasubdit III AKBP Dasmin Ginting. 

Penangkapan itu berawal saat pihak kepolisian mendapat informasi kalau pada Kamis, 7 Desember 2017, akan ada pemotongan dana yang dilakukan Kepala Satpol PP Kampar Cs. Polisi pun bergerak ke Bangkinang, Ibu Kota Kabupaten Kampar.
 
Saat berada di Kantor Satpol PP Kampar, tim melakukan pengintaian. Pukul 14.30 WIB tim melihat satu anggota Satpol PP membawa uang Rp850 ribu dan kuitansi. Tim kemudian bergerak ke ruang bendahara yang sedang membagikan uang yang sama.
"Seharusnya honor yang diterima tim pengamanan itu Rp2,7 juta, tapi mereka hanya menerima Rp850 ribu," ucapnya.
 
Tim Krimsus Polda Riau melakukan penggeledahan dan menemukan uang Rp285 juta yang diduga merupakan uang hasil pemotongan dana pengamanan Porprov Riau yang beberapa waktu lalu digelar di Kampar.(KB01) 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Markbrirm

    drenison n generico de cialis <a href="http://cialis-nice.com">cheap ...

    View Article
  • Tyronevot

    <a href="http://buycialisonli.com/#">buycialison li.com</a> cialis online ...

    View Article
  • canadian pharmacy online

    <a href="http://canadianonlinepharmacysl.com/">c anadian online ...

    View Article
  • Tyronevot

    <a href="http://buycialisonli.com/#">buycialison li.com</a> cialis in us ...

    View Article