Mitos "Lelo" Datuok Rajo Koto dan Pertanda Banjir Besar

Mitos "Lelo" Datuok Rajo Koto dan Pertanda Banjir Besar

BANGKINANG (SK) - Warga Kampar Heboh, Suara "Lelo Datuk Koto" Terdengar Pertanda Banjir Besar. Mitos terdengarnya suara letusan meriam (" Lelo" bahasa kampar) terdengar di Kabupaten Kampar, Selasa (9/1/16) sekitar Pukul 11.40.

Terlepas Percaya atau tidak suara "lelo Datuok Koto" sebutannya di kabupaten Kampar menjadi pertanda akan terjadinya bencana banjir besar.

Terdengarnya bunyi letusan "lelo" tersebut di akui hampir di dengar oleh masyarakat Kampar mulai dari XIII Koto Kampar bahkan sampai ke Siak Hulu

"Ya baru saja kami mendengar letusan kuat, menyerupai meriam yang menggema, bahkan di akui terdengar oleh seluruh warga di kabupaten Kampar" Ujar Ali lizar salah seorang warga Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampar Timur

Menurut sejumlah sejarah letusan Lelo Datuk Koto, bisa terdengar di seluruh wilayah kabupaten Kampar

"Dari cerita tetua kami Lelo Datuk Koto pernah terdengar pada Tahun 1960 dan terakhir di dengar 1978 , dan ini terdengar lagi di tahun 2016. Jujur warga mulai ketakutan, di tambah dengan kondisi banjir yang begitu cepat meluap" Ujarnya

"Den manengok dengan mato kapalo sendiyi ayu manggalombuk kate di sungai kampau ado satinggi atok uma manggalombuong ayu kate," ujar Ali lizar yang keseharian di sapa dengan sijek.

Di sampaikan Ali lizar, hingga saat ini meskipun secara ilmiah belum bisa di buktikan secara akurat, namun tidak ada warga yang tau di mana asal bunyi letusan itu. Tetapi warga Kabupaten Kampar mempercayai hal itu sebuah pertanda alam, dan meminta masyarakat kabupaten Kampar untuk waspada.

Versi lain, warga sekitar bunyi tersebut berasal dari "pulau tongah", dan bunyi itu diyakini warga adalah bunyi "lelo" rajo datuok koto. Mistisnya, suara tersebut adalah penanda kabar bakal terjadinya banjir besar di aliran sungai Kampar.
 
Banyak warga mengaku suara ledakan kuat ini baru pertama kali didengar sejak 40 tahun terakhir, dan adalagi yg mengatakan suara dentuman yg sama pernah terdengar pada tahun 1978. Alahualam,,(wan)
an)
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 8 Komentar untuk Berita Ini

  1. Alvin 09 Feb 2016, 21:09:28 WIB

    Astaughfirullahalazim...
    Inilah yg membuat Allah SWT, semakin murka terhadap manusia yg memunculkan hal2 yg membuat bertolak belakang dengan Alqur'an. Janganlah menbenarkan adat2 yg tak sejalan dengan Alqur'an. Tradisi2 yg bertolak belakang dengan Alqur'an, hilangkanlah ego syaitan yg menyesatkan tersebut. Insya Allah, Allah SWT akan menjauhkan segala malapetaka dibumi lancang kuning Kampar yg kita cintai ini.

    rezki 10 Feb 2016, 02:17:49 WIB

    Apa yg terjadi saat ini. Smua adalah sebab dari kelakuan masyarakat dari atas sampai kebawah yg murka.tamak.menentang adat dan agama. Karna yg terjadi akan lebih besar lagi. Sblum terlambat... Memohon lah ampun kepada Yang Maha Kuasa. Mohon ampun. Bertaubatlah.

    Ryantomisandra 10 Feb 2016, 23:53:05 WIB

    Semua yang terjadi sudah takdir nya allah swt,bukan cuma di kampar saja melainkan seluruh dunia,musibah di mana-mana itu ulah manusia sendiri,mari kita tingkatkan ketakwaan kita mari kita ambil hikmahnya,semoga kita di beri ketabahan atas apa yang terjadi amin yarobbalalamin.

    PEmuda. Rohul. 12 Feb 2016, 22:42:48 WIB

    Assalammukalaikum..saya bukan ingin berdebat dengan. Akhi akhi semua..tapi karna saya pengen tau seperti ap setiap ap yang saya rasakan.dengarkan.dan kerjakan..maka saya berkoment.. ( Memang benar suara Letusan itu saya mendengar seperti mirip suara petir..tapi suara nya bukan sekasar petir ,,suara nya halus dan menggelega sampai sampai atap sisi rumah saya bekerja bergetar...dan saya pun heran..gag ada hujan.gag ada angin..kok kayak suara Petir membahana sekali...dan rumah saya tempati di desa sungai tarap hampir 900 Meter dari sungai 1 jam kemudian sudah tinggi dada Saya airnya..dan ini kali pertama sampai ke sini..air nya kata Sekdes desa saya...dan saya pun meyakini suara letusan yang saya dengar itu adalah pengingat kasih sayank kerajaan kepada anak cucunya..atas izin Allah swt..karna selama saya hidup di rohul sudah 25 tahun..gag pernah seperti ini...terdengar .kalaw banjir hujan lebat aja..dan batang lubuh akan meluap...#mitos no.....! Fakta yessssssss

    Andri Kurniawan 13 Feb 2016, 18:30:40 WIB

    Tidak bisa kita pastikan hal seperti itu, saat ini kita harus fokus menangani korban banjir di kampar ini. Allah saat ini menguji kita. Jadi perbanyak istifar dan perbaiki semuanya.

    idsri mega putri 19 Feb 2016, 19:52:21 WIB

    Mau percaya atau egak berbalek kepada kita dan didak berlebihan percayanya mitos itu. Tetapi nak km Org awang yg gk tau desa desus tentang lelo itu ap ea....???.
    Tp klo dimasukan kedalam cerita rakyat itu keren banget deh.

    al 03 Jun 2016, 08:42:21 WIB

    anggap saja itu sebagai dongeng untuk anak cucu di kemudian hari, agar anak cucu hati - hati dalam berperilaku dan menghargai sebuah budaya . . . .

    fitri sembat kampar 09 Feb 2017, 21:12:11 WIB

    Namo jie di dunio antula iyo bnyak yng mustahil2 gai

View all comments

Write a comment