Masyarakat di Hilir Waduk PLTA Koto Panjang Diingatkan Waspada 

Masyarakat di Hilir Waduk PLTA Koto Panjang Diingatkan Waspada 

BANGKINANG (SK) - Elevasi Waduk PLTA Koto Panjang pada hari Ahad (31/12/2017) sore berada di  78,77 mdpl dengan inflow 889,53 m3/detik. Elevasi ini masih jauh di batas normal bukaan spillway/pintu pelimpahan di 80.50 mdpl.
 
Namun demikian masyarakat di bagian hilir waduk tetap diingatkan waspada sebab inflow yang masuk ke waduk selama Sabtu dan Ahad hari ini cukup besar dan membuat elevasi waduk terus naik. 

Demikian dikatakan Manajer PLTA Koto Panjang Muhammad Rusdi kepada suarakampar.com, Ahad (31/12/2017) sore melalui pesan via WhatsApp.

"Bila pemantauan kami sampai besok pagi jam 08.00 tanggal 1 Januari 2018 inflow waduk tetap besar dan elevasi mendekati 80.00 mdpl , ada kemungkinan kami akan membuka spillway/pintu pelimpahan," beber Rusdi.

Sebelum pembukaan spillway, pihaknya berjanji akan mengirimkan surat ke Bupati Kampar serta instansi terkait serta pemberitahuan ke masyarakat di sisi hilir untuk pembukaannya.

Ia mengatakan, untuk sosialiasasi ke masyarakat di sekitaran aliran Sungai Kampar, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Bupati Kampar dan instansi terkait pada Sabtu (30/12/2017) berupa himbauan ke masyarakat untuk lebih berhati-hati dan lebih waspada dalam melakukan aktifitas di aliran Sungai Kampar.

Dari pantauan, curah hujan di wilayah Waduk PLTA Koto Panjang di bagian hulu waduk cukup tinggi. Hujan terus terjadi sejak Sabtu (30/12/2017) hingga Ahad (31/12/2017) dari intensitas tinggi hingga sedang dan tak pernah berhenti.

Masyarakat di bagian hilir waduk banyak yang bertanya-tanya apakah pihak PLTA Koto Panjang akan membuka pintu pelimpahan. Mereka khawatir jika sewaktu-waktu atau secara tiba-tiba membuka spillway sehingga mereka tidak bersiap-siap untuk mengungsi atau mengamankan barang-barang mereka ke tempat lebih tinggi.

"Kami berharap PLTA memberitahu masyarakat sebelum membuka pintu pembuangan airnya. Jangan sampai mendadak dan membuang dalam jumlah besar. Kami tak ingin lagi kejadian seperti tahun 2015 lalu terulang. Waktu itu kami tak menyangka tiba-tiba terjadi banjir besar di kampung kami," beber Wandi (36), warga Air Tiris, Kecamatan Kampar kepada suara Kampar.com, Ahad (31/12/2017).(Akhir Yani) 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Benefits of Apple

    It's late finding this act. At least, it's a thing to be familiar with ...

    View Article
  • Cream penghilang flek hitam tebal

    sampai doyong gitu tiang listriknya ...

    View Article
  • vera

    http://goo.gl/9taVqd || http://goo.gl/fQvdLJ http://goo.gl/9muXpD || ...

    View Article
  • Real Testimoni Obat Herbal Walatra Bersih Wanita

    selamat berakhir pekan guys http://goo.gl/HQcWcT ...

    View Article