Kepala Bappeda Kampar Ekspos RP2KPKP di Yogyakarta

Kepala Bappeda Kampar Ekspos RP2KPKP di Yogyakarta

BANGKINANG (SK) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar Ir. H. Azwan, M.Si melakukan ekspos  Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKP) Kabupaten Kampar  pada pembahasan pleno  kegiatan penyusunan RP2KPKP tingkat nasional Tahun 2016  yang di  gelar di Hotel Sahid Rich Jogja, Jalan Magelang  DI Yogyakarta, Kamis (6/10/2016). 
    
Pembahasan pleno  kegiatan penyusunan RP2KPKP ini digelar selama 3 hari, 5-7 Oktober 2016 yang ditaja  oleh Direktorat Pengembangan Kawasan,  Direktorat  Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti  oleh 200 Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
    
Pada  kesempatan itu Kepala Bappeda Kabupaten Kampar  H Azwan  didampingi Kabid Kimpraswil  Bappeda Kampar Safri, S.Sos dan Kasubbid Edison memaparkan  bagaimana  arah  perkembangan  kawasan permukiman perkotaan Kabupaten Kampar, isu-isu strategis  terkait permukiman perkotaan dan permukiman kumuh.
    
Ada empat lokasi    di Kabupaten Kampar  yang masuk  dalam RP2KPKP  Kabupaten Kampar  yakni, Bangkinang Kota, Pasar Teratak Buluh, Lipat Kain dan  Pasir Putih Pandau. Total luas kawasan kumuh berdasarkan verifikasi RP2KPKP  tahun 2016 adalah 25,60 ha, dengan rincian Bangkinang Kota 16,7 Ha, Pasir Putih Pandau 8,96 Ha, Pasar Teratak Buluh 15,57 ha dan  Lipat Kain 25, 60 Ha.
    
Kemudian Azwan memaparkan bagaimana profil kawasan kumuh  di empat lokasi yang menjadi sasaran RP2KPKP yakni, Bangkinang Kota, Pasar Teratak Buluh, kawasan kumuh Lipat Kain dan  kawasan kumuh Pasir Putih Pandau, yang meliputi  geografis kawasan kumuh, kategori  tipologi dan karakteristik kawasan kumuh, permasalahan utama  dan lain sebagainya. Ia juga memaparkan bagaimana skema  skenario pentahapan skala kota dan skala kawasan di Kabupaten Kampar.
    
Paparan yang disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Kampar H Azwan mendapat  respon dan apresiasi dari Direktorat Pengembangan Kawasan,  Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dan peserta lainnya. 

Berbagai masukan dan saran juga disampaikan oleh peserta dan penyelenggara.
    
Kepala Bappeda Azwan kepada  suarakampar.com usai mengekspos RP2KPKP tersebut menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap dengan adanya program RP2KPKP dari kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat RI ini, bisa mendorong dan mempercepat tercapainya 0 %  kawasan kumuh di Kabupaten Kampar.
 
“Kita  tentu berharap pembangunan di Kabupaten Kampar kedepan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat  salah satunya melalui program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan,” ujarnya. 
   
RP2KPKP ini merupakan dokumen rencana aksi penanganan dan pencegahan permukiman kumuh perkotaan yang disusun oleh Pokjanis Kabupaten/Kota yang berisi rumusan strategi, kebutuhan program dan investasi untuk mewujudkan permukiman yang bebas kumuh. Dalam mewujudkan permukiman yang bebas kumuh dokumen rencana aksi tersebut mencakup pula rencana pengembangan lingkungan hunian yang layak dan terjangkau bagi penduduk di perkotaan hingga tercapai target 0% kumuh.

RP2KPKP merupakan dokumen perencanaan kegiatan penanganan dengan lingkup/skala kota dan kawasan yang bersifat menyeluruh (komprehensif) dan terpadu, tidak hanya berupa rencana kegiatan penanganan bersifat fisik namun mencakup juga kegiatan-kegiatan yang bersifat non-fisik (peningkatan kapasitas/pemberdayaan, sosial dan ekonomi).

Sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Nomor 01/2011, bahwa upaya penanganan permukiman kumuh harus memuat unsur-unsur pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh yang diterjemahkan dalam bentuk strategi, program, dan rencana aksi kegiatan sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan dalam PermenPUPR No.2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh.
 
RP2KPKP diperlukan sebagai acuan dalam pelaksanaan penigkatan kualitas perumahan dan permukiman kumuh dengan mengintegrasikan skala lingkungan sampai dengan skala kawasan dan kota. Sedangkan untuk pengelolaan sarana dan prasarana yang terbangun dengan memampukan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk memelihara dan menjaga lingkungan huniannya.(hir)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • ImmagHig

    viagra gag gift <a href=http://andonepe.com/#>buy viagra</a> viagra y ...

    View Article
  • Aaronwox

    wh0cd202765 [url=http://neurontincheap.us.com/]neurontin cost generic[/url] ...

    View Article
  • Markbrirm

    buy cialis online 5mg <a href="http://cialis-nice.com">tadalafil 20 ...

    View Article
  • overseas pharmacies that deliver to usa

    <a href="http://canadianonlinepharmacywest.com/"> ;us pharmacy no prior ...

    View Article