Kemelut Lahan Koperasi, Ketua KUD Tigo Koto : Hingga Tetes Darah Terakhir Tetap Kami Pertahankan

Kemelut Lahan Koperasi, Ketua KUD Tigo Koto : Hingga Tetes Darah Terakhir Tetap Kami Pertahankan

KOTO KAMPAR HULU (SK) - Dengan memakai 500 Kendraan sepeda motor serta 5 mobil, sekitar 700 sampai 800 orang masyarakat Desa Sibiruang, Bandur Picak, Gunung Malelo dan Desa Tabing yang tergabung dalam KUD Tiga Koto serta KUD Pincuran Tujuh Kecamatan Koto Kampar Hulu berbondong-bondong mendatangi lahan milik mereka yang tergabung dalam Koperasi yang berada di PT. Padasa Enam Utama, Senen (5/3/2018).

Perihal kedatangan masyarakat 4 Desa tersebut terkait adanya isu bahwa masyarakat Desa Pandalian Kecamatan Pandalian IV Koto Kabupaten Rohul ingin kelokasi tersebut untuk membikin parit gajah dengan menggunakan Exvapator. Mereka mengclaim bahwa lahan itu masuk dalam ulayat mereka. Sebelumnya pada tahun 2000 Pemerintah sudah mempasilitasi masalah ini semasa Pemerintahan Beng Sabli  dan kedua belah pihak sudah menandatangani kesepakatan.

Dikutip dari laman riauantara.comIlyas Hakim yang merupakan Ketua Koperasi Tiga Koto melalui Watshap pribadinya menjelaskan perihal kedatangan hampir ribuan masyarakat tersebut.
  
"Hal ini terjadi merupakan rentetan kejadian pada tanggal 2 Desember 2017 yang lalu. Dimana pada waktu itu masyarakat Desa pendalian  Kecamatan  Pandalian IV Koto memanen dan menjarah sawit milik KUD Tiga koto yang berada diareal PT.Padasa Enam Utama dan hal ini sudah kami laporkan kepada pihak yang berwajib dan pelakunya masih belum tertangkap," jelas ilyas.

"Nah kali ini masyarakat 4 Desa Sibiruang, Gunung malelo, Tabing, dan Bandur picak khususnya anggota KUD Tiga Koto dan KUD  Pincuran Tujuh tidak bisa bersabar lagi maka begitu kita dapat kabar bahwa masyarakat Desa Pendalian akan membuat parit gajah dg memakai exavator didalam kebun milik KUD tiga koto maka seluruh anggota yang masih belum memindah tangankan kaplingannya beramai ramai datang mempertahankan hak nya di bantu juga oleh anggota Koperasi Pincuran Tujuh yang juga di claim oleh Desa pendalian sebagai tanah ulayat mereka," ujar ketua KUD Tiga Koto.

"Kapanpun dan siapapun yang ingin memiliki (merampas)  kebun kami tersebut kami tidak akan membiatkannya. Kami akan mempertahankan hakk kami sampai tetesan darah terahir. Saya sebagai ketua KUD tiga koto berharap dan meminta kepada penegak Hukum dan Pemda Kampar dan Rohul supaya persoalan ini di selesaikan secepat mungkin sebelum terjadi hal hal yg tidak kita inginkan. Andai kata masyarakat Desa Pandalian tadi ada ditempat maka bentrokan mungkin terjadi", tegas Ilyas.‎***

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. bimbingan belajar 07 Jun 2018, 14:48:11 WIB

    benar itu. meskipun sistem koperasi sudah mulai pudar tapi kita harus tetap mempertahankan. semoga saja banyak sekolah2 atau bimbingan belajar yang mengajari betapa pentingnya sistem koperasi di indonesia.

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • jmtwhata

    cheap viagra <a href="http://viagrafa.com/">generic viagra online</a> ...

    View Article
  • Kalgoftoccult

    play slots online <a href="https://slotsrealmoney.icu/">heart of vegas free ...

    View Article
  • Reanteeenzync

    monopoly slots <a href="https://casinoslotsonline.icu/">casino slots</a> ...

    View Article
  • Edigeotte

    chumba casino <a href="https://onlinecasinorealmoney.ooo/">dak ota sioux ...

    View Article