Kecewa dengan Pelayanan PLN, Tokoh Pemuda Senama Nenek Ini Surati Bupati Kampar

Kecewa dengan Pelayanan PLN, Tokoh Pemuda  Senama Nenek Ini Surati Bupati Kampar

BANGKINANG (SK) - Akibat kecewa dengan pelayanan PLN karena tidak optimalnya arus listrik di Desa Senama Nenek, tokoh pemuda Tapung Raya yang juga warga Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar Harpin menyurati Bupati dan Wakil Bupati Kampar. Selain itu ia juga mengunggah hal itu di akun facebook miliknya, Rabu (23/8/2017).

Dalam surat dan akun facebooknya, Harpin menyampaikan menyampaikan kepada Bupati dan Wabup Kampar perihal layanan listrik 24 jam di Desa Senama Nenek yang tidak optimal (buruk) sebagaimana mestinya di daerah lain. Ia mengungkapkan, jam aktif PLN di Desa Senama Nenek antara lain mulai hidup berkisar pukul 17:00 WIB sampai pukul 08:00 WIB setiap hari.

Lebih lanjut ia menyampaikan, status layanan listrik di Desa Senama Nenek bukan lagi PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) sebagaimana sebelumnya.
 
Untuk itu mengingat pentingnya kebutuhan listrik masyarakat Senama Nenek yang digunakan untuk tumah tangga, pelayanan kantor kecamatan, kantor desa, SD, SM, dunia usaha, tempat Ibadah dan lain-lain, maka ia meminta kepBupati/wabuWabup Kampar melalui kantor PLN Cabang Bangkinang agar segera memberikan pelayanan listrik 24 jam sebagaimana di daerah lainnya demi hajat hidup orang banyak.

Sementara itu, dalam wawancara dengan suarakampar.com, Kamis (24/8/2017) pagi, mantan Sekretaris Desa Senama Nenek ini menyampaikan, masyarakat telah lama mengidamkan-idamkan layanan listrik 24 jam karena selama ini listrik di Senama Nenek masih mengandalkan PLTD yang hidup dari sore sampai pagi.
 
Namun dengan adanya program pembangunan jaringan listrik dari Pemerintah Provinsi Riau masyarakat rela mengorbankan tanaman milik mereka seperti kelapa sawit, mangga dan lainnya tanpa diganti rugi.

Harpin menambahkan, seiring adanya peralihan sumber tenaga listrik dari PLTD ke PLTA, khusus di Dusun I, telah dilakukan pergantian kwh ke sistem token, yang mencapai 90 persen. "Itu sudah dilakukan untuk hampir semua rumah," beber Harpin.

Awal penggunaan listrik yang bersumber dari arus PLN (PLTA) sekira tiga bulan lalu, pelayanan berjalan normal. Namun saat ini pelayanan listrik kembali seperti saat menggunakan PLTD, hidup sore mati pagi, dan bahkan malam sering terjadi gangguan dan pemadaman.

"Dalam kondisi seperti ini PLN tak pernah berikan alasan konkrit tertulis kepafa warga kenapa kondisi itu terjadi. Ada beberapa orang petugas di lapangan. Alasan yang mereka sampaikan memang dari Bangkinang," terang Harpin.

Dengan dikirimnya surat kepada Bupati Kampar Harpin berharap Bupati Kampar nanti melalui organisasi perangkat daerah terkait melakukan koordinasi dengan PLN karena Senama Nenek menjadi salah satu progres Listrik Masuk Desa Provinsi Riau dan tidak lagi menggunakan PLTD.
 
"Kami juga ingin supaya PLN mengikuti semangat kerja 5R yang digagas Bupati Kampar,. Kalau itu tak dilakukan berarti PLN tak mengikuti itu," tegas aktivis muda Tapung ini.(Akhir Yani)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Edwinsag

    canadian viagra without prescription http://ydfhs.iylqx.cn/link.php?url=http://thefreaktone ...

    View Article
  • Pyslema

    buy cialis online us [url=http://buycialisonlinemx.com/#]buy generic cialis online[/url] ...

    View Article
  • SmityLic

    buy cialis online us [url=http://buycialisonlinemx.com/#]buy generic cialis online[/url] ...

    View Article
  • Edwinsag

    cheap viagra online without prescription ...

    View Article