Karakter Kader dan Lolos Verifikasi KPU

Karakter Kader dan Lolos Verifikasi KPU

Teks Foto : Wakil Sekjen DPP Partai Berkarya Captain Indonesia Oktoberiandi 
 
JAKARTA (SK) - "Ketika seseorang kehilangan hartanya, sebenarnya ia tidak kehilangan apapun. Ketika ia kehilangan kesehatannya, ia baru kehilangan sesuatu. Akan tetapi, ketika ia kehilangan karakter, ia pasti kehilangan semuanya” (William Franklin Graham, Jr.).

Partai BERKARYA adalah Partai baru yang siap mewarnai dunia perpolitikan Indonesia. Partai ini dibentuk untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi setiap kader yang ingin berkonstribusi membangun negeri ini. Kader-kader yang ada di Partai Berkarya merupakan pejuang-pejuang tangguh yang mengerti betul dengan nilai-nilai kepemimpinan Presiden Soeharto yang sangat dikenal dengan Bapak Pembangunan.

Salah satu tantangan terdepan yang sedang diperjuangkan oleh kader Partai Berkarya adalah lolos verifikasi administrasi dan lolos verifikasi faktual yang akan dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum(KPU) yang rencana awal dimulai di bulan Agustus, diundur menjadi bulan Oktober sesuai dengan ketok palunya Rancangan Undang-Undang Pemilu terbaru.

Persiapan dan perjalanan menghadapi Verifikasi Administrasi dan Verifikasi Faktual KPU merupakan kegiatan yang sarat dengan resiko yang dapat menentukan ikut tidaknya Partai Berkarya dalam ajang Pemilihan Umum tahun 2019.

Keikutsertaan Partai Berkarya pada Pemilu 2019 merupakan buah hasil perjuangan setiap Kader yang tentunya akan menjadi motivasi yang sangat besar dalam persiapan menghadapi Verifikasi Administrasi dan Faktual KPU tersebut. 

Syarat untuk menjadi peserta Pemilu yang ada saat ini sangatlah berat, artinya meski jumlah partai berbadan hukum bertambah, tidak serta merta akan menjadi Parpol peserta pemilu. 

Untuk lolos Verifikasi KPU tersebut, Partai Berkarya harus menyiapkan antara lain 100% kepengurusan di tingkat Pusat(nasional), 100% kepengurusan di tingkat Propinsi(wilayah), 75% di tingkat kabupaten/kota(daerah) dan 50% di tingkat kecamatan(cabang) dengan wajib menyatakan sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan Parpol di setiap tingkatan dan memiliki anggota sekurang-kurangnya 1000 orang atau 1/1000 dari jumlah penduduk pada kepengurusan Parpol di tingkat kabupaten/kota yang dibuktikan dengan kartu tanda anggota.

Dalam mempersiapkan itu semua, Partai Berkarya dari Dewan Pimpinan Pusat(DPP) sampai kepengurusan tingkat Ranting dalam melaksanakan tugasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi kepemimpinan, sistem komunikasi antar pengurus dan paling utama dipengaruhi oleh kader-kader yang mengawakinya. 

Melihat perkembangan Partai saat ini, sudah barang tentu banyaknya masyarakat ingin menjadi kader dan ikut berpartisipasi dan berkonstribusi dalam lolos atau tidaknya Partai Berkarya dalam Verifikasi KPU.
 
Oleh karena itu, sangat diperlukan kader-kader yang berkarakter dalam menghadapi Verifikasi KPU nanti agar Partai Berkarya bisa ikut Pemilu 2019 nanti.

KARAKTER

Kata karakter berasal dari bahasa inggris, "character" yang artinya adalah perilaku. Orang Indonesia lebih banyak menggunakan kosa kata karakter bagi yang berperilaku baik dan tabiat bagi yang suka berperilaku buruk.
 
Karakter adalah kumpulan dari tingkah laku baik dari seorang anak manusia yang merupakan perwujudan dari kesadaran menjalankan peran, fungsi dan tugasnya mengemban amanah dan tanggung jawab. Sementara tabiat mengindikasikan sejumlah perangai buruk seseorang.

Jika kita berbicara karakter kader, maka sejatinya kita berbicara pada wilayah perilaku dari kader tersebut. Misalnya disiplin, yang seharusnya menjadi ciri khas dari seorang kader. Namun, jika ada seorang kader yang selalu membuang waktu, melakukan suatu pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan, maka disiplin baginya baru sekedar menjadi nilai, belum menjadi perilaku. 

Mungkin banyak kita menemukan banyak kader yang tetap tidak disiplin namun mengakunya disiplin.

Karakter merupakan sesuatu yang harusnya kita ketahui sebagai seorang kader Partai, walaupun banyak orang di negeri kita ini tidak mau tahu.

KECERDASAN DAN PERILAKU KADER

Kecerdasan kader dengan perilakunya merupakan suatu hal yang berbeda. Namun kecerdasan kader dan perilaku kader memiliki hubungan yang unik. Ada kader yang karena kecerdasannya tersebut menjadi arogan. Karena cerdasnya, maka perilaku buruknya menjadi-jadi. 

Kehidupan kader yang sudah diatur oleh Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Organisasi dan lain sebagainya, masih bisa dicari selanya agar dia bisa berbuat seenaknya tapi tidak ketahuan. Dan hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang cerdas. 

Kader seperti ini jelas membahayakan Partai dalam perjuangan lolos Verifikasi KPU.
 
Jika dia seorang pengurus, maka potensi gagal dan merugikan Partai serta kader lainnya dalam menghadapi verifikasi sangat besar. 

Kader yang cerdas, rendah hati dan berbudi baik, itulah yang diharapkan oleh Partai Berkarya. Kader seperti ini akan diterima di lingkungan manapun dia berada. Kader seperti ini hidupnya selamat dan menyelamatkan.

CIRI–CIRI KADER YANG TIDAK BERKARAKTER

Dalam pelaksanaan tugas, karakter merupakan sesuatu yang amatlah penting. Jika ada kader yang menganggap remeh karakter, maka akan ada yang terhambat dalam setiap usaha meloloskan Partai dalam Verifikasi KPU nanti. Akan banyak hal-hal yang melanggar dan menyimpang yang akan kita temukan, dan tentu hal tersebut sangat berbahaya bagi perkembangan Partai di masa mendatang.

Bagi kita kader Partai Berkarya, yang sehari-hari bekerja dengan beban kerja yang cukup berat dalam menghadapi Verifikasi KPU, yang tempo waktunya sekarang dihitung dengan satuan detik sehingga diperlukan konsentrasi yang tinggi dan kecermatan, karakter sangat diperlukan agar keikutsertaan dalam Pemilu tahun 2019 nanti terwujud.

Jika seorang kader tidak memiliki karakter, maka dia membahayakan Partai, membahayakan orang lain, rakyat dan juga bangsa dan negara ini. 

Ciri-cirinya antara lain sebagai berikut : 

Dia senantiasa berbuat hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, dia sengaja mencari celah atau peluang untuk berbuat hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan disiplin di Partai Berkarya.
 
Kader yang tidak berkarakter tidak akan mau mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia akan menghindari bahkan mencari kambing hitam dari perbuatan yang dilakukannya. Dia suka melempar batu sembunyi tangan.

Kader yang tidak berkarakter akan mengorbankan orang lain, Partai bahkan bangsa dan negara ini untuk kepentingan pribadinya. Dia akan sengaja menjual rahasia Partai kepada orang lain. Dia sejatinya merupakan musuh dalam selimut.

Kader yang tidak berkarakter akan melanggar setiap hal yang sebenarnya sudah diwajibkan kepadanya sebagai seorang kader, seperti bersikap kasar kepada rakyat, berbuat seenaknya dan bangga melakukan hal-hal negatif di depan umum, suka memamerkan apa yang dimilikinya dengan cara yang tidak sesuai aturan kepada masyarakat sekelilingnya, dia dengan senang hati melakukan hal-hal yang merugikan rakyat, kadang tanpa ragu menakuti dan menyakiti hati rakyat dan tidak peduli dengan kesulitan yang dialami oleh rakyat di lingkungannya. 

Kader yang tidak berkarakter tidak merasa bahwa dia sebagai kader merupakan bagian dari warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dia memposisikan dirinya lebih tinggi dari rakyat, lebih terhormat dan harus ditakuti.

Dia bukanlah seorang patriot yang diharapkan rakyat menjadi pendukung utama serta pembela ideologi negara yang akan bersedia bertanggungjawab dan tidak mengenal menyerah dalam berjuang untuk kebenaran.
 
Dia bukanlah seorang kesatria bangsa, yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia tidak akan berpihak kepada kejujuran, kebenaran dan keadilan. Dia akan takut-takut melakukan apalagi membela kejujuran, kebenaran dan keadilan. Justru kader yang tidak berkarakter ini kadang menjadi bagian terciptanya ketidakjujuran, ketidakbenaran dan ketidakadilan tersebut.

Kader yang tidak berkarakter akan "mempermainkan" kedisiplinan, tidak akan patuh dan taat kepada aturan Partai, dan tidak akan menjunjung tinggi kehormatan Partai. 

KADER SEJATI

Kader Partai Berkarya sejati akan memahami siapa dirinya, siapa jati dirinya. Dia menyadari bahwa dia berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan sejatinya dia berjuang untuk kepentingan rakyat. Terbaik bagi rakyat, terbaik baginya. Baginya rakyat adalah segala-galanya. Dia tak pernah dan tak akan pernah menyakiti rakyat.

Kader sejati menyadari bahwa dia adalah Kader Pejuang, yang senantiasa berjuang untuk menegakkan dan mempertahankan NKRI. Dia berjuang tanpa mengenal menyerah. Mereka rela berkorban, mengabdi tanpa pamrih demi tercapainya kepentingan dan tujuan nasional melalui Partai Berkarya.

Kader sejati menyadari bahwa dia adalah Nasionalis, yang bertugas dan mengabdikan dirinya hanya demi kepentingan negara. Kepentingan nasional di atas kepentingan daerah, suku, ras dan golongan serta agama. Dia adalah kader yang memberikan kesetiaannya hanya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dia selalu berupaya dan berusaha secara sungguh-sungguh membangun dan mengembangkan kekuatan nasional sehingga dapat setara bahkan lebih dibanding negara lainnya melalui Partai Berkarya.

Kader sejati menyadari bahwa dia harus menjadi kader yang Profesional. Dia mampu bergerak dan melaksanakan tugas secara terukur serta memenuhi nilai-nilai akuntabilitas. Untuk mencapai tingkat professional, dia senantiasa belajar kepada siapapun juga.

HAKIKAT KARAKTER

Kader Partai Berkarya yang berucap, berbuat dan bertindak sesuai dengan AD/ART Partai, Peraturan Organisasi, itulah karakter. Bila ada kader Partai Berkarya yang cerdas, memahami semua aturan yang melekat kepadanya serta mentaatinya, itulah kader yang berkarakter.

Jika ada kader Partai Berkarya yang bangga dengan atribut partainya, namun dia tidak tahu tugas dan tanggung jawabnya, itu bukan kader yang berkarakter. 

Ada anekdot di masyarakat kita seperti ini, “KTP(Kartu Tanda Penduduk) nya saja yang Indonesia, sementara yang dilakukannya bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Ngakunya saja kader Partai Berkarya, namun ciri khas seorang kader Partai Berkarya jauh darinya.

KESIMPULAN

Tanpa karakter, seorang kader Partai Berkarya tidak bisa membedakan antara kepentingan rakyat dan kepentingan pribadi.

Kader yang tidak berkarakter tidak bisa membedakan antara Pemimpin dan Bos serta “melayani” dan “dilayani”.

Tanpa karakter, kita kader Partai Berkarya sangat sulit untuk mewujudkan Partai kita tercinta ini untuk ikut Pemilu 2019.

Oleh karena itu, satu-satunya jalan agar Partai Berkarya bisa lolos Verfikasi KPU dan ikut perhelatan Pemilu 2019 adalah membangun karakter kader. Membangun karakter kader, otomatis kita membangun karakter Partai Berkarya. Karakter akan menjadikan Partai Berkarya kuat, besar dan dicintai rakyat. 

Dan jika semua kader Partai Berkarya memiliki karakter, maka mimpi kita bersama mengembalikan kejayaan Indonesia akan mudah kita wujudkan bersama.

#Semangat BERKARYA 
 
Salam Indonesia Jaya ! Captain Indonesia Oktoberiandi (DPP-Wasekjen).

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • LbrbdxfBitly

    cheapest viagra professional http://drcialonlinedkb.com/ viagra prescription uk <a ...

    View Article
  • Lbexcjaible

    erectile dysfunction viagra http://medicjrapharmacy.com/ cost viagra <a ...

    View Article
  • Mdfvillups

    viagra in canada http://pharmarmaonline.com/ try viagra for free <a ...

    View Article
  • Speaker Aktif Terbaik

    Speaker Aktif Terbaik ...

    View Article