Kapolres Kampar Melayat ke Rumah Duka Korban Penganiayaan Satpam

Kapolres Kampar Melayat ke Rumah Duka Korban Penganiayaan Satpam

TAPUNG (SK) - Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira didampingi Waka Polres Kompol B.E Banjarnahor dan Kapolsek Tapung serta Kanit Reskrim, melayat ke rumah keluarga korban penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia di Desa Karya Indah  Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Senin siang (7/5/2018).

Maryanto alias Robin (42) yang beralamat di KM 6 Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar meninggal dunia Ahad (6/5/2018) setelah ia diduga dianiaya oleh pelaku S alias M (44), seorang petugas Satpam di Pondok Pesantren Umar Bin Khatab di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

Berdasarkan keterangan Kapolres Kampar, AKBP Andri Ananta Yudhistira, peristiwa ini terjadi pada Rabu (2/5/2018) sekira pukul 09.00 WIB di KM 9 Jalan Rajawali, tepatnya di dalam areal Pondok Pesantren Umar Bin Khatab, Desa Karya Indah.

Korban penganiayaan ini sempat dirawat selama empat hari di Aulia Hospital dan Eka Hospital Pekanbaru, namun Ahad (6/5/2018) sore korban menghembuskan nafas terakhir dan Senin (7/5/2018) pagi telah dimakamkan di TPU Desa Karya Indah.

Tersangka pelaku sekitar satu jam setelah kejadian langsung ditangkap Unit Reskrim Polsek Tapung. "Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani proses penyidikan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Andri Ananta Yudhistira.

Dia menuturkan, peristiwa ini berawal pada Rabu (2/5/2018) sekira pukul 09.00 WIB, saat itu M (pelaku) bersama dua rekannya sesama petugas Satpam Ponpes Umar Bin Khatab sedang bertugas, lalu mereka melihat korban melintas di dalam areal Pondok Pesantren. 

Lalu pelaku meneriaki korban sambil berkata "Woi, Ngapa lewat sini" sambil terus berlalu, namun sekitar 400 meter dari tempat mereka berpapasan tadi tiba-tiba korban memberhentikan pelaku dan rekannya sambil bertanya "Siapa yang bilang woi tadi?" lalu dijawab oleh pelaku "Saya, Kamu kan sudah dilarang lewat sini". 

Tidak terima, korban lalu mengayunkan gagang mesin rumput yang dibawanya kearah rekan pelaku Ali Mison dan secara spontan pelaku memukul kepala korban dengan martil yang dipegangnya sebanyak dua kali hingga mengakibatkan korban tumbang bersimbah darah dan tidak sadarkan diri. 

Akibat pukulan martil ini, kepala korban mengalami luka dan benjolan yang mengeluarkan darah pada kening sebelah kanan serta luka lainnya pada bagian belakang kepala, setelah itu korban dilarikan ke klinik Dokter IDA di Km 7, namun karena lukanya cukup parah lalu dirujuk ke Aulia Hospital dan kemudian dirujuk lagi ke Eka Hospital hingga akhirnya meninggal dunia Ahad sore. 

Kedatangan Kapolres bersama beberapa pejabat utama Polres Kampar ke rumah duka ini sebagai bentuk empati dan turut berduka cita atas meninggalnya korban.

 Kapolres juga meminta pihak keluarga untuk mempercayakan pengusutan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Sebagai rasa simpati, Kapolres Kampar dan Kapolsek Tapung juga memberikan santunan kepada keluarga korban. 

Ditambahkannya bahwa pelaku akan dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUH Pidana tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang.(hir) 

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • https://coindump.biz/?ref=0110ce0e15d11860f5c787dd7668239a

    CoinDump - a new cryptocurrency based on a dump of cryptocurrencies. The rate of ...

    View Article
  • online pharmacy

    http://canadianonlinepharmacypres.com/ ...

    View Article
  • canadian pharmacies online

    http://canadianonlinepharmacywest.com/ ...

    View Article
  • bdfBoavy

    long-term financial [url=https://ttsitworldwide.com/]fast online payday loans[/url] payday ...

    View Article