ICS di Koto Perambahan Butuh 160 Ton Ikan Per Hari, Produksi 1 Kontainer/Pekan

ICS di Koto Perambahan Butuh 160 Ton Ikan Per Hari, Produksi 1 Kontainer/Pekan

BANGKINANG (SK) - Meski Integrated Cold Storage (ICS) atau Fasilitas Pendinginan Ikan Terintegrasi di Desa Koto Parambahan, Kecamatan Kampa belum beroperasi, namun Pemkab Kampar sudah memikirkan pasarnya. Bahkan, kebutuhan pasar mencapai 35 ton per hari.

Bupati Kampar Azis Zaenal mengatakan, hasil produksi ICS atau unit pengelolaan ikan (UPI), menjajal pasar internasional. Kebutuhan pasar mencapai 35 ton ikan per hari. Untuk 35 ton ini, akan membutuhkan 160 ton bahan baku.

"Artinya, dalam satu pekan produksi satu kontainer," kata Azis Zaenal di Bangkinang, kemarin.

Dijelaskan Azis, ada dua jenis ikan yang dibutuhkan. Yakni ikan patin dan lele. Setelah diolah, ikan akan dikirim ke beberapa negara. "Ikan lele ini diekspor ke Korea. Kalau patin, diekspor ke Abudabi dan Arab Saudi," kata dia.

Hal ini membuktikan Pemkab Kampar serius dalam pengelolaan industri pendinginan ikan ini. Hal ini belajar dari kesalahan dalam pengelolaan Kamparicom beberapa tahun yang lalu. Bahkan saat ini, Kamparicom dinilai gagal.

"Ini nggak main-main kita. Sudah sampai ke pemasaran kita. Insyaallah lah," ujarnya.

Azis juga menjelaskan, industri ini nantinya dikelola oleh pihak ketiga. Sistem kerja samanya dituangkan dalam MoU. Setelah itu, baru diperdakan terkait sistem pembagian hasil.

"Lahan kita, infrastruktur jalan masuk, kita. Gedung building pemerintah pusat. Pemasaran dan sistem produksinya dari mereka (pihak ketiga, red). Kita gak ngerti cara pembekuan," ujarnya.

Namun, dia menekankan bahwa tidak akan memakai pihak ketiga yang lama. "Saya pastikan, saya tak mau pakai yang lama. Karena saya sudah ditipu. Cari orang yang tidak bener. Jadi kita di pemerintahan itu mau ditipu orang. Kita harus lebih profesional dari mereka," ketus Azis.

Terkait dengan saham para pihak yang tak tentu kemana perginya saat dikelola Kamparicom, Azis berjanji akan menelusurinya. "Uang daerah yang dianggap hilang itu, akan ditelusuri," kata Azis.

Namun hal ini tidak akan menghambat kelanjutan dari pendinginan ikan ini. Azis juga menyebut, untuk industri ini, tidak perlu dipailitkan perusahaan yang lama. "Yang mempailitkan bukan kita. Ada lembaganya," ujarnya.

Untuk pengelolaan industri pendinginan ikan ini kata Azis, sudah dianggarkan di APBN. Sehingga tidak memberatkan ke APBD Kampar. "Alhamdulillah dapat. Jadi program ini diteruskan," kata dia. Industri ini, terfokus untuk pendinginan ikan atau ICS.

Bangunan untuk industri ini bakal segera didirikan. Bahkan, proses tendernya sudah dimulai. "Ini saya tidak main-main. Nilainya lebih dari Rp17 miliar. Itu baru konstruksinya saja," katanya.(Akhir Yani)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • KsnfBiody

    over the counter viagra alternative http://viagracnar.com/ viagra sildenafil <a ...

    View Article
  • cream penghilang flek hitam ampuh

    betul peran warga yang baik jangan suka di anggap rusuh dalam memberantas kebatilan ...

    View Article
  • Kanpas Rem

    Aksi para pebalap liar ini memang sangat meresahkan, di Jakarta aja juga masih ada ...

    View Article
  • Harga Speaker Aktif

    Harga Speaker Aktif ...

    View Article