Hadiri Apel Gabungan ASN, Ini Kata Ketua Bawaslu Riau dan Sekdakab Kampar

Hadiri Apel Gabungan ASN, Ini Kata Ketua Bawaslu Riau dan Sekdakab Kampar

Teks Foto : Ketua Bawaslu Provinsi Riau Rusidi Rusdan, Sekdakab Kampar H Yusri, Ketua Panwaslu Kabupaten Kampar Marhaliman dan Pimpinan Amin Hidayat, Ketua APDESI Abdoel Rakhman Chan, Ketua Forum BPD Syofian, Kasek Panwaslu Yarno Arsyid, Senin (26/02/2018) pagi, di Kantor Bupati Kampar.
 
BANGKINANG KOTA (SK) - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau Rusidi Rusdan mengatakan bahwa Bawaslu sebagai salah satu penyelenggara pemilu mempunyai tugas pokok mengawasi penyelenggaraan pemilihan baik itu pemilihan Umum ataupun Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

"Ada dua prioritas Bawaslu Propinsi Riau dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018 ini," tegas Rusidi Rusdan saat memberikan sambutan pada Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar, Senin (26/02/2018) pagi, di Lapangan Upacara, Halaman Kantor Bupati Kampar, Jalan Panglima Khotib, Bangkinang Kota.

Untuk yang pertama, menurut Rusidi yakni mengawasi Netralitas ASN dan Kepala Desa. Dan yang kedua, mencegah terjadinya money politik. "Kemudian ada dua strategi pengawasan yaitu pencegahan dan penindakan," sebutnya.

Ditegaskan Rusidi, untuk apel gabungan ASN hari ini dalam bentuk pencegahan oleh Pengawas Pemilu. "Apel kita pada pagi hari ini adalah salah satu bentuk pencegahan yang dilakukan oleh Bawaslu," imbuhnya.

Ditambahkannya, apabila masih ada ASN dan Kepala Desa yang melanggar baru kita lakukan penindakan dengan rangkaian proses sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Bupati Kampar H Azis Zaenal yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar H Yusri kala itu menjadi Pembina Apel sekaligus menandatangani sekaligus membacakan Pakta Integritas Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018.

"Sesuai dengan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), PP Nomor 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS, serta PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinanan Jiwa Korps dan kode Etik ASN melalui surat Menpan RB No.B/71/M/M/SM/00.00/2017 dan Surat Komisi Aparatur Sipil Negara No : B – 2900/KASN/11/201, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus tau bahwa tidak dibenarkan telibat dalam politik praktis," jelas Yusri.

Adapun 10 poin Pakta Integritas Netralitas ASN dalam Pilgub 2018 yang dibacakan oleh Sekda antara lain : 

1.Akan menjaga Netralitas Aparatur Sipil Negara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018.

2.Tidak akan melibatkan diri dalam kegiatan kampanye Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018, antara lain : Ikut sebagai juru Kampanye, Menyediakan sarana fasilitas serta sarana dan prasarana, Terlibat dalam kepanitiaan atau membantu Kepanitiaan pada kegiatan Kampanye.

3.Tidak menggunakan fasilitas Negara dalam bentuk apapun terkait dengan jabatan dalam kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018.

4.Tidak akan membuat keputusan dan atau tindakan dalam bentuk apapun langsung atau tidak langsung yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018, selama masa kampanye sampai berakhirnya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018,

5.Tidak akan mengadakan kegiatan dalam bentuk apapun, langsung atau tidak langsung yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018, sebelum, selama dan sesudah masa kampanye, meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan atau pemberian barang kepada Aparatur Sipil Negara dalam lingkungan Pemerintah Daerah, anggota keluarga dan masyarakat.

6.Tidak akan foto bersama dengan calon Kepala Daerah dengan unsur kesengajaan yang bermaksud untuk keberpihakkan.

7.Tidak akan menjadi pembicara pada pertemuan Partai Politik.

8.Tidak akan mengunggah, memberikan like, mengomentari dan sejenisnya, atau menyebarluaskan gambar dan visi misi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018 melalui media online maupun media sosial.

9.Tidak akan memasang spanduk promosi Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018.

10.Bersedia menerima sanksi dan dijatuhi hukuman disiplin sedang sampai dengan berat sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan, apabila saya tidak mentaati dan melakukan pelanggaran terhadap Pakta Integritas ini.

Selain menandatangi Pakta Integritas Netralitas ASN di lingkungan Pemkab Kampar, juga dilibatkan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Kampar yang ditandatangi oleh Ketua Abdoel Rakhman Chan dan Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Kampar Syofian Datuk Majo Sati.

Tampak hadir, Ketua Panwaslu Kabupaten Kampar Marhaliman dan Pimpinan Syawir Abdullah, Amin Hidayat, Kepala Sekretariat (Kasek) Yarno Arsyid dan Staf Panwaslu Kabupaten Kampar.

Dan tampak juga, Ketua dan Anggota Panwaslu Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, Salo, Kuok dan Kampar.(Arief)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • agen judi casino online

    agen judi kasino online ...

    View Article
  • canadian pharmacies shipping to usa

    http://canadianonlinepharmacybsl.com/ ...

    View Article
  • cialis

    jxWlSkP1PwFt Fini http://www.nncxv.info/#cialis-5Dv cialis ...

    View Article
  • Obat Radang Tenggorokan

    semoga bermanfaat ; http://bit.ly/2Im02xd | http://goo.gl/GoaoHU | http://goo.gl/vRTecq | ...

    View Article