Guru Bantu Provinsi di Kampar Terancam Tak Lagi Terima Gaji

Guru Bantu Provinsi di Kampar Terancam Tak Lagi Terima Gaji

BANGKINANG (SK) - Disaat guru lain bergembira di momen Hari Pendidikan Nasional, di sisi lain sebagian guru yang telah lama mengabdi terancam tak lagi menikmati gaji seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Hal itu dialami para  guru tenaga harian lepas (THL) yang mengajar di SMA/SMK di Kabupaten Kampar. Sebelumnya guru THL ini honornya dibayar Pemerintah Kabupaten Kampar namun sejak kewenangan SMA/SMK diambil alih oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau, para guru THL ini harus mengikuti verifikasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Ternyata hasil verifikasi ini tidak membuat semua guru THL ini diterima oleh Dinas Pendidikan Riau karena mereka tidak memenuhi syarat jam mengajar yakni minimal 7 jam perminggu yang telah ditetapkan Disdik Riau.  

Salah seorang guru, Nasrul Ali, yang juga Sekretaris Forum Guru THL Kampar yang turut menjadi korban kebijakan itu merasa terpukul dan kecewa karena ia memiliki jam mengajar lebih dari 7 jam perminggu. Ia merasa kecewa karena sistem pendataan Disdik Riau amburadul sebab banyak guru THL yang mengalami hal yang sama sehingga mereka terancam tak lagi menerima pendapatan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengaku telah menyampaikan kepada Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri. Para guru THL yang tidak diterima Disdik Riau ini berharap jika Pemprov Riau tak menerima mereka maka Pemkab Kampar tetap menggaji mereka. "Kami juga mau kalau dipindahkan mengajar di jenjang SMP, yang penting kami tetap menerima honor," beber Ali. 

Senada dengan Nasrul Ali, Ketua Forum Guru THL Kabupaten Kampar Didin Syafrudin menyampaikan kekecewaannya. "Ini adalah kado yang sangat pahit dan menzolimi masa depan guru THL yang sudah mengajar belasan tahun," ungkap Didin.

Ia menduga pendataan dan verifikasi yang dilakukan Disdik Provinsi Riau amburadul. Imbasnya puluhan guru THL di Kabupaten Kampar terancam tak lagi menerima gaji.

Didin juga mengungkapkan, tidak masuknya para guru THL ini persoalannya bukan pada kekurangan pada jam mengajar tapi sistem verifikasi yang sebagian melalui online terdapat kesalahan.

Aturan minimal jam belajar ini sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Riau 27 April 2017 lalu.

Didin menyebutkan, dari laporan yang ia terima dari guru bantu yang juga tergabung di Forum Guru THL Kabupaten Kampar, mereka para guru bantu bahkan jam mengajarnya lebih dari 7 jam perminggu. "Hanya karena kesalahan data yang dimasukkan petugas di masing-masing sekolah  status mereka sebagai guru honor yang telah mengabdi bertahun-tahun langsung hilang," ungkap Didin.

Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan fakta, guru THL ini jam mengajarnya cukup bahkan lebih dari jumlah minimal. "Pendataannya sangat amburadul. Para guru bantu telah menanyakan langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau tapi mereka tetap tak menerima, menyalahkan dan melemparkan kesalahan kepada pihak sekolah," beber Didin. 

Para guru juga merasa keberatan karena Dinas Pendidikan Riau menyampaikan solusi bagi yang tidak lagi mendapat gaji sebagai guru bantu maka digaji melalui dana Bantuan Operasional Daerah (BOSDa). Namun Didin menyebutkan, jika honor guru bantu ini diambil dari BOSDa maka jumlahnya jauh dari layak hanya sekitar Rp 400 ribu sebulan. Padahal sebelumnya mereka telah menerima honor diatas Rp 1 juta sebulan.

Selaku Ketua Forum Guru THL Kampar Didin merasa miris dan sangat kecewa karena pahlawan tanpa tanda jasa ini menggantungkan hidup dari honor yang telah mereka terima beberapa tahun lalu dan ini adalah sumber menafkahi keluarga mereka.

"Banyak yang makan dari situ, tak ada yang lain diharapkan mereka dan mereka telah mengabdi bertahun-tahun, hanya gara-gara pendataan online itu mereka diputus. Pemerintah pusat saja beri perhatian guru di daerah, namun di daerah, karena kesalahan data, masalah teknis habis masa depan para guru ini," imbuh Didin.

Kebijakan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini juga dinilai keliru sehingga menyebabkan nasib guru honor ini terkatung-katung. "Para guru yang telah jelas-jelas pengabdiannya dizalimi, kecuali kalau mereka tak ngajar ialah dikatakan fiktif," ucapnya.(Akhir Yani)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • https://coindump.biz/?ref=0110ce0e15d11860f5c787dd7668239a

    CoinDump - a new cryptocurrency based on a dump of cryptocurrencies. The rate of ...

    View Article
  • online pharmacy

    http://canadianonlinepharmacypres.com/ ...

    View Article
  • canadian pharmacies online

    http://canadianonlinepharmacywest.com/ ...

    View Article
  • bdfBoavy

    long-term financial [url=https://ttsitworldwide.com/]fast online payday loans[/url] payday ...

    View Article