Gagal Berjaya di Tanah Peradaban, Abdul Gafar: Kalau Ada yang tak Puas, Salahkanlah Saya

Gagal Berjaya di Tanah Peradaban, Abdul Gafar:  Kalau Ada yang tak Puas, Salahkanlah Saya

BANGKINANG (SK)  Tuan rumah Kabupaten Kampar dipastikan telah gagal menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX tahun 2017 karena hanya menempati urutan kedua dibawah juara bertahan Bengkalis.  Kampar hanya mampu mengoleksi 70  medali emas, 58 perak dan 63 perunggu.

Artinya, Kampar selain gagal mencapai target menjadi juara umum sebagaimana yang digaungkan sejak jauh hari dengan slogan “Kampar Juara” maupun slogan “Saatnya Berjaya di Tanah Peradaban”, Kampar juga gagal mencapai target perolehan medali 80 hingga 95 medali emas sebagaimana yang disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kampar Ir H Abdul Gafar,MM pada acara  pada acara halal bi halal yang dilaksanakan KONI Kampar, Rabu (12/7/2017) lalu di halaman kantor KONI Kampar yang juga dihadiri Bupati Kamparm pengurus kabupaten cabang olahraga, atlet, pelatih dan official.

 

Sebagaimana dikatakan waktu itu, untuk meraih gelar juara umum pada pesta olahraga terakbar se-Provinsi Riau, Porprov 2017, minimal kontingen Kabupaten Kampar harus meraih 80 medali emas dari 95 medali emas yang ditargetkan.

 

Jika dibandingkan dengan target per cabor sebagaimana dikemukakan Gafar, dua cabor berhasil melampui target yaitu pencak silat dan tarung derajat Pencak silat yang semula hanya menargetkan 8 medali emas, ternyata sukses meraih 9 emas, 1 perak dan 6 perunggu.  Sementara itu cabor tarung derajat yang ditargetkan KONI sebanyak 4 emas ternyata mampu meraup 5 emas 4 perak 2 perunggu. Dua cabor ini juga berhasil menjadi juara umum.

Sementara cabor yang berhasil mencapai target KONI adalah bola voli indoor dan sepak takraw  dan sepakbola yang ditargetkan masing-masing mendapatkan 1 medali emas. Baik bola voli indoor, sepak takraw dan sepakbola berhasil mendapatkan 1 medali emas. Khusus ketiga cabor ini kata Gafar telah membuat masyarakat terhibur karena , olahraga yang akrab di masyrakat Kampar ini mampu menyumbangkan medali emas untuk Kampar. Apalagi final sepakbola antara Kampar vs Kuansing yang digelar sebelum acara penutupan semakin melengkapi pesta Kampar yang dinilai sukses sebagai tuan rumah penyelenggara.

Adapun cabor yang gagal memenuhi target adalah atletik yang ditargetkan 10 medali emas ternyata hanya mampu mendulang 7 emas 8 perak dan 7 perunggu, cabor bola basket dengan target 2 medali emas ternyata gagal meraih medali emas, bulu tangkis yang ditargetkan meraih 7 medali emas ternyata hanya mampu memenuhi 5 medali emas 1 perak dan 1 perunggu. Begitu juga cabor catur yang dipatok target 7 medali emas hanya mampu memenuhi 3 emas dan 3 perunggu. Cabor karate yang ditargetkan 5 medali emas memenuhi 4 emas 1 perak dan 4 perunggu. Cabor kempo yang ditargetkan 5 medali emas ternyata hanya mampu memenuhi 1 emas 2 perak dan 7 perunggu.

Cabor panjat tebing gagal memenuhi tuntutan 10 emas karena hanya mampu meraih 4 emas 7 perak dan 7 perunggu. Sementara cabor renang, meskipun memastikan diri sebagai juara umum pertama dari seluruh cabor yang ditargetkan ternyata hanya mampu memenuhi 11 emas 7 perak dan 6 perunggu. Cabor tinju hampir saja memenuhi target medali, dari 5 target emas hanya mampu memenuhi 3 emas 3 perak dan 4 perunggu.

Taekwondo juga hampir memenuhi target dari 8 emas berhasil meraih 6 emas 5 perak dan 6 perunggu. Cabor balap motor hanya mampu meraih 1 emas dari 4 emas yang ditargetkan. Tenis lapangan gagal memenuhi target 2 emas, bahkan cabor ini hanya meraih 2 perak dan 2 perunggu.

Sebagai evaluasi, Gafar menyimpulkan, salah satu kunci keberhasilan ini selain faktor atlet juga dipengaruhi oleh faktor pelatih. Pelatih yang berpengalaman akan sangat menentukan. “Pelatih itu akan tahu kekuatan dan kelemahan masing-masing daerah,” ucap Gafar.

Terkait hasil yang dicapai kontingen Kampar, Ketua KONI Kampar Abdul Gafar kepada suarakampar.com, usai mengikuti dialog interaktif RRI Pekanbaru Bupati Kampar bersama KONI Riau di Media Centre Porprov Riau IX 2017 dengan tegas mengatakan bahwa apabila ada yang merasa kuas puas atas prestasi kontingen Kampar maka ia dengan lapang dada menerima penilaian itu dan siap disalahkan atas hasil ini.

“Setelah kita berikhtiar,  tentu kita bertawakal. Apapun hasilnya, itu kita terima dengan besar hati. Inilah yang diperuntukkan untuk kita.  Tapi apabila masih ada yang kurang puas, khusus untuk prestasi ini, salahkan saya. Salahkan saya atas kekurangan-kekurangan ini. Itulah kesaggupan saya selama memimpin di KONI Kampar,” ujar pria yang akrab disapa Buya ini.

Ia menambahkan,  kalau dibandingkan dengan Porprov VIII tahun 2014 di Inhu, perolehan medali saat ini jauh meningkat. Di mana saat itu Kampar hanya berada di posisi ketujuh, sekarang meningkat ke posisi kedua. "Peningkatannya hampir 400 persen.  Jujur, pola pembinaan kita sudah berhasil,” katanya.

“Untuk Porprov yang akan datang, dengan pengalaman kita saat ini, dengan prestasi yang dicapai saat ini,  Kampar kita akan berbuat lebih. Hati-hati Bengkalis. Kabupaten Kampar akan menjadi saingan terberat pada Porprov yang akan datang. Bengkalis pun juga mewaspadai Kampar untuk mendatang,” ungkap Buya.

Diakhir pembicaraannya, Buya juga membeberkan bahwa target yang meleset itu ada di cabor dayung. “Yang memang  tidak merebut emas.  Ini mungkin akan kita evaluasi. Inhu malah yang menguasai. Padahal kita punya venue, waduk PLTA dan Sungai Kampar,” pungkas Buya.(Akhir Yani)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment