Ditengah Kebangkitan Jeruk Kuok, Petani Dihantui Serangan Hama

Ditengah Kebangkitan Jeruk Kuok, Petani Dihantui Serangan Hama

KUOK (SK) – Jeruk atau sering disebut limau Kuok atau jeruk asal Kuok pernah mencapai kejayaan pada era tahun 1980-an. 

Kini jeruk Kuok secara perlahan mulai bangkit. Produksinya kembali meningkat, hal itu bisa ditandai dengan banyaknya pedagang yang menjajakan jeruk Kuok di pinggir jalan nasional Riau-Sumbar di Kuok.

Namun beberapa waktu terakhir, petani dihantui oleh banyaknya serangan hama yang membuat batang jeruk mereka mendadak mati ditengah buahnya sedang bagus.
 
Salah seorang petani jeruk tradisional Kuok yang ditemui suarakampar.com, Anin(75) di kebun miliknya di Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, Selasa (9/1/2018) pagi mengungkapkan, dari pengamatannya, yang menyebabkan batang jeruknya banyak yang mati akibat serangan jamur.

Ketika batang jeruk telah diserang jamur, tak berapa lama daun jeruk warnya berubah menjadi kuning dan saat itu pula daun beserta buah menjadi gugur. 
 
Agar tanaman jeruknya tidak habis begitu saja, ia kembali menyisihkan uang dari hasil penjualan buah jeruknya dengan membeli bibit baru untuk menyisip tanaman yang sudah mati. Namun ia harus rela menunggu beberapa bulan untuk menikmati hasil buah jeruk yang ditanamnya.

Sejauh ini ia mengaku mengatasi masalahnya dengan upayanya sendiri dan belum pernah mendapatkan bantuan bibit maupun bantuan obat untuk mengatasi masalah tanamannya.

"Kalau tidak berkebun jeruk saya mau apa lagi? Bersawah sudah tidak ada air, menyadap karet saya sudah tidak sanggup lagi, jadi mau tidak mau saya harus terus berusaha dengan harapan agar tanaman saya dapat kembali menghasilkan," ujar Nenek Anin.

Sementara itu, ketika masalah petani di Kuok ini ditanyakan kepada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar, melalui Koordinator Petugas Pengendali Orgamisme Penggangu Tumbuhan, Pengamat Hama Penyakit TanamanKabupaten Kampar H.A Rahman, Selasa (9/1/2018) sore mengungkapkan, penyebab matinya batang jeruk dikarenakan faktor bibit yang kurang bagus.

Menurutnya, biasanya petani hanya melihat dari segi bentuk bibitnya. “Kita telah melakukan arahan ke petani tentang penyakit jeruk dan juga menunjukkan cara membuat obat,” ujar Rahman. (Agra Vezy)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • JUAL FOREX ASLI

    for me this is a very very good information, because its contents make us become ...

    View Article
  • Amvtcrutt

    cialis where to buy <a href=http://cialisovnnc.com/>buy generic cialis ...

    View Article
  • GbvBrulge

    low dose cialis daily <a href="http://veucialis.com/">online ...

    View Article
  • http://cialisle.com/

    taking zoloft and cialis http://cialisle.com - http://cialisle.com cialis and ...

    View Article