Diawali Protes ke Wasit, Lemparan Botol Mineral Picu Walk Outnya Tim Voli Pekanbaru

Diawali Protes ke Wasit, Lemparan Botol Mineral Picu Walk Outnya Tim Voli Pekanbaru

BANGKINANG (SK) - Pertandingan sengit dan saling kejar-kejaran poin terjadi pada final bola voli indoor putra di GOR Sport Centre, Bangkinang, Selasa (7/11/2017) malam. Hanya saja diujung pertandingan, suasana itu ternoda dan berakhir ricuh.

Tim bola voli Pekanbaru akhirnya memilik walk out tak mau melanjutkan pertandingan. Selain itu mereka juga menolak dan tak menghadiri acara pengalungan medali usai pertandingan final putra.

Dari pantauan suarakampar.com,  pertandingan seru yang disaksikan ribuan penonton yang memdati GOR Sport Centre Bangkinang saat  skor pertandingan di-set kelima diposisi 13-12 untuk keunggulan Kampar. Hanya butuh 2 poin lagi bagi Kampar atau 3 poin lagi bagi Pekanbaru untuk mengunci gelar juara.

Untuk diketahui, set kelima ini sangat menentukan sekali bagi kedua tim karena empat set sebelumnya kedudukan sama kuat 2-2. Siapa yang memenangkan set kelima maka berhak medali emas.

Dari pantauan suarakampar.com, sebelum terjadi lemparan botol air mineral pemain dan official Pekanbaru tampak memprotes  wasit yang memimpin pertandingan. 

Lemparan pertama ini disusul oleh beberapa kali lemparan botol mineral sehingga menyebabkan lapangan di bagian berdirinya regu Pekanbaru menjadi basah. Petugas kebersihan lapangan tampak langsung mengeringkan lapangan. Panitia bersama petugas keamanan juga langsung berusaha mencegah penonton agar tidak melakukan pelemparan.

Ditengah upaya itu, beberapa official dan pelatih Pekanbaru tampak mencak-mencak dan tak mau melanjutkan pertandingan. Mereka juga kecewa dengan kepemimpinan wasit.

Ketua Bidang Pertandingan Porprov Riau IX Heri Susanto yang juga ada di lapangan juga tampak berupaya melobi official dan pelatih Pekanbaru agar kembali bermain. Namun lagi-lagi Pekanbaru tetap tak mau menggubris bahkan sempat terjadi adu mulut yang hebat antara Ketua Harian PBVSI Pekanbaru Agusman. Muka Agusman tampak memerah dan terus berceloteh marah-marah. Di lapangan juga tampak mantan Sekdakab Kampar Azwan yang kini menjadi pejabat di Pemko Pekanbaru. Habis ribut-ribut dengan panitia akhirnya pemain Pekanbaru termasuk pemain putri yang berseragam lengkap putih-biru yang  sudah siap-siap menerima pengalungan medali perunggu juga ikut pulang bersama kontingen putra. Pemain putri sebagian nampak menutup bagian kepala mereka dengan tas karena takut kena lemparan. Mereka keluar GOR lewat pintu depan berjejer rapi satu persatu.

Tak berapa lama tim Kampar kembali masuk lapangan dan suasana di lapangan sudah tertib. Penonton di tribun juga tampak sudah tenang. Sebagian besar penonton juga sudah pulang karena jam sudah menunjukkan 24.00 tengah malam lebih.

 Salah seorang pemain Kampar tetap melanjutkan servis ke arah lapangan Pekanbaru yang sudah kosong melompong. Bola masuk dan wasit Pandi Simanjuntak dari Sumut membunyikan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Kamparpun dinyatakan menang dan berhak atas medali emas.

Ketua Bidang Pertandingan Porprov Riau IX Heri Susanto kepada suarakampar.com menuding ini ada unsur faktor kesengajaan dan Pekanbaru takut kalah dengan sportif dan berusaha mengacaukan akhir pertandingan. "Padahal tinggal dua poin atau tiga lagi sudah tahu pemenangnya. Suasana juga sudah aman," tegas Heri.

Sementara itu Ketua Harian PBVSI Pekanbaru Agusman secara tegas mengatakan bahwa ini merupakan wajah pervolian terburuk sepanjang sekarang pervolian di Riau. Ia juga menuding wasit berat sebelah.

Usai pertandingan, panitia bidang pertandingan bola voli indoor langsung melakukan acara pengalungan medali. Pengalungan medali pertama kepada regu putri yang dilakukan salah seorang pengurus bola voli provinsi. Medali emas langsung diterima atlet Putri Bengkalis yang sukses mengalahkan Kampar 3-1 difinal yang juga digelar Selasa (7/11/2017) malam. Medali perak juga diterima atlet putri Kampar. Sementara medali perunggu tidak dibagikan karena tim putri Pekanbaru sudah keluar dari GOR Sport Centre.

Sementara pengalungan medali putra dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Fikri. Medali emas langsung diterima pemain putra Kampar. Sementara medali perak tidak dibagikan karena pemain putra Pekanbaru juga sudah pulang. Sedangkan medali perunggu diterima langsung atlet-atlet Bengkalis.(Akhir Yani)

 

Foto: Pemain dan official Pekanbaru meninggalkan GOR Sport Centre Bangkinang sebelum laga final bola voli putra Kampar vs Pekanbaru berakhir. 


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • KsnfBiody

    over the counter viagra alternative http://viagracnar.com/ viagra sildenafil <a ...

    View Article
  • cream penghilang flek hitam ampuh

    betul peran warga yang baik jangan suka di anggap rusuh dalam memberantas kebatilan ...

    View Article
  • Kanpas Rem

    Aksi para pebalap liar ini memang sangat meresahkan, di Jakarta aja juga masih ada ...

    View Article
  • Harga Speaker Aktif

    Harga Speaker Aktif ...

    View Article