Catchment Area PLTA Kota Panjang Kritis, Banjir Bisa Terjadi Setiap Tahun

Catchment Area  PLTA Kota Panjang Kritis, Banjir Bisa Terjadi Setiap Tahun

KUOK (SK) - Luas daerah tangkapan air (catchment area) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang mengalami kritis.  

Hal itu diungkapkan Asisten Manajer Operasional Sektor Pekanbaru Saminan Siregar didampingi Manajer Unit PLTA Koto Panjang Bayu Tuk Windriyo kepada Plt Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman yang berkunjung ke Ruang Pusat Kontrol PLTA Koto Panjang di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Selasa (9/2/2016) malam. 

Ikut dalam kunjungan ini Danrem 031 Wirabima Brigjen Nurendi, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, anggota DPRD Kampar Agus Candra dan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik. 

Dikatakan Saminan catchment area PLTA Kota Panjang sekitar 3.337 km2.

"Bagaimana solusi mengatasi air yang datang ke waduk karena penyangganya mengalami kerusakan. Ini bagian tanggungajawab kita. Kedepan kita harap tak terjadi lagi luapan air yang besar seperti ini karena disanggah dulu. Kami berharap Pemda agar berkoordinasi dengan lintas sektoral mengatasi permasalahan ini," ujar Saminan. 

Menurutnya, kalau persoalan ini tak bisa diselesaikan, maka banjir akan dialami setiap tahun. "catchment area ini sudah sangat kritis. Itu PR (pekerjaan rumah red) dan perlu solusi," tegas Saminan. Kerusakan catchment area ini kata Saminan karena banyaknya perambahan hutan di catchment area.

Seperti diketahui, air yang masuk ke Waduk PLTA Koto Panjang berasal dari Sungai Batang Mahat dan Kampar Kanan. 

"Kami tak ada berharap banjir, tetapi akan berusaha semaksimal mungkin melakukan pengendalian," ucapnya. 

Dikatakan, pembangunan PLTA Koto Panjang ini selain bertujuan untuk menghasilkan listrik juga bagaimana mengelola air Sungai Kampar. Namun karena rusaknya catchment area upaya itu menjadi terganggu.

Dia menambahkan, awalnya desain PLTA Koto Panjang berada di elevasi atau ketinggian air waduk  87 meter. Tapi karena adanya situs budaya Candi Muara Takus maka didesain di elevasi 84 meter.

Selanjutnya terkait  pendangkalan waduk, pihak PLTA Koto Panjang bekerjsama dengan Universitas Riau untuk melakukan pemantauan sedimentasi. "Plta akan kerjasama dengan pihak luar, kedalaman saat ini dalam tahap aman. Pembukaan spill way dengan arus yang sangat deras juga membuat sedimentasi terbuang oleh kecepatan air," beber Saminan.

Dia menambahkan, pemantauan lingkungan waduk dilakukan setiap bulan.(rya)
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Gbrpaurl

    HiMen!! <a href="http://viagraonlineakvnf.com/">viagra generic</a> ...

    View Article
  • Brcappame

    Hi! All! <a href="http://cialisonlineoansx.com/"></a&g t; next day ...

    View Article
  • GrdSwids

    Hi! <a href="http://buycialisomskc.com/">buy cialis online</a> ...

    View Article
  • Obat Pneumotoraks

    selamat siang gan, izin share > http://goo.gl/22FL8p < semoga bermanfaat ...

    View Article