Bertemu dengan Ratusan Petani, M Amin: Jeruk Kuok Segera Penuhi Mall Pekanbaru

Bertemu dengan Ratusan Petani, M Amin: Jeruk Kuok Segera Penuhi Mall Pekanbaru

KUOK (SK) - Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kampar Muhammad Amin menilai jeruk Kuok memiliki kualitas yang sangat baik sehingga berpotensi menembus pasar yang lebih luas lagi. Ia berjanji akan membantu upaya pemasaran jeruk asal Kuok.
 
Hal itu disampaikan Muhammad Amin dalam pertemuan dengan ratusan petani dari seluruh desa di Kecamatan Kuok yang tergabung dalam Forum Petani Kampar Bersatu di Pasar Kuok, Sabtu (6/2/2016) sore.
 
Dalam kesempatan itu Amin bercerita bahwa beberapa waktu lalu ia pernah bercerita dengan rekannya dari warga Tionghoa di Pekanbaru. Dia membandingkan jeruk Medan yang selalu dijadikan sebagai oleh-oleh pada perayaan Imlek. Setelah dibandingkan, ternyata jeruk Kuok tidaklah kalah dari jeruk Medan dan itu diakui oleh rekan-rekannya tersebut.  
 
"Alhamdulillah tahun ini jeruk Kuok akan menjadi oleh-oleh pada perayaan Imlek di Pekanbaru," ujar Amin.
 
Tidak hanya itu, Amin berkeinginan kedepan jeruk Kuok mampu menembus pasar dengan masuk di berbagai mall di Pekanbaru.  
 
"Jeruk Kuok Akan Kembangkan lebih luas. Karena saya punya teman, Apindo tersebar di seluruh Indonesia," beber Amin.
 
Menurut Amin, usaha yang dikembangkan masyarakat perlu mendapat sentuhan agar memiliki pasaran yang jelas.
 
Salah satu yang juga telah ia coba mencari solusi pemasarannya adalah pemasaran dodos atau alat panen kelapa sawit yang diproduksi di  Rumbio Jaya.
 
"Ternyata dodos yang ada di Kampar menggunakan dodos dari Palembang. Anehkan, sementara di Rumbio Jaya ada yang memproduksi itu. Ternyata pihak pemerintah dan sektor lain tak menyentuh masalah itu. Alhamdulillah tahun depan perusahaan di Kampar akan menggunakan besi dodos dari Rumbio. Itu setelah saya lakukan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan," ungkap Amin.
 
Ia menambahkan, siap membantu masyarakat mengembangkan usaha di Kampar. "Saya siap nanti memasarkan, dengan cara Apindo, kita tak akan memakai dana Pemda, murni dana Apindo," kata Amin disambut tepuk tangan masyarakat Kuok.
 
Pada kesempatan itu Amin menyampaikan panjang lebar mengenai kehidupannya termasuk kenapa ia sampai merantau ke Jakarta dan sukses di ibu kota negara tersebut dan kembali pulang ke Kampar berkiprah melalui Apindo. "Saya miris melihat ekonomi di Kampar, kita memiliki sumber daya manusia yang bagus, memiliki sumber daya alam tapi tidak tersentuh," ucapnya.
 
Amin menambahkan, Setelah pulang kampung, ia banyak sekali melihat  permasalahan yang dihadapi masyarakat Kampar.
 
"Sebanyak 187 desa di Kampar yang sudah saya kunjungi. Saya ingin melihat kondiri rill ekonomi masyarakat," ungkapnya.
 
Pria yang juga ketua Ikatan Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Darussalam itu menjelaskan, saat ini 21 ribu masyarakat di Indonesia telah di PHK (pemutusan hubungan kerja red).  Oleh sebab itu ia berpendapat, sektor yang paling bagus untuk mengantisipasi gejolak ekonomi saat ini  adalah sektor wisata dan usaha kecil dan menengah. "Maka kelompok usaha itu yang akan kita kembangkan," ujar Amin.
 
"Saya ditunjuk sebagai ketua DPK Apindo untuk memajukan usaha masyarakat. Maju bersama, kaya bersama," tegas Amin disambut antusias masyarakat Kuok.
 
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Adat Kenegerian Kuok yang juga tokoh masyarakat Kuok Drs Zamri di hadapan ketua DPK Apindo Kampar Muhammad Amin, S.Ag, MH menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Kuok sedang dilanda permasalahan merosotnya ekonomi masyarakat.
 
"Masyarakat Kuok sekitar 70 persen adalah petani. Dengan harga karet saat ini ekonomi masyarakat Kuok anljok," beber Zamri.
 
Mantan Kepala Desa Kuok itu berharap Apindo Kampar bisa memberikan solusi agar ajloknya ekonomi di Kuok berakhir.
 
"Ekonomi kita sedang sakit, kalau mau bangkit mari bangun lahan pertanian kita. Mari bangun pertanian kita bersama Bapak Amin," ungkap Zamri.
 
Lebih lanjut Zamri menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengangkat ekonomi Kuok selama ini.  Dalam jangka pendek pada tahun 2004 lalu sudah digalakkan berladang 2 kali setahun. "Alhamdulillah Desa Pulau Belimbing sudah bisa menjual beras," beber Zamri.
 
Selanjutnya, saat ini Kuok sedang gencar-gencarnya mengembalikan kejayaan jeruk manis atau limau Kuok yang pernah jaya pada tahun 1960-1970 an lalu.
 
"Melalui usaha yang gigih untuk limau manis, Alhamdulillah masyarakat sudah menikmati hasil produk tersebut," terangnya.
 
Pada kesempatan itu Zamri juga menyampaikan bahwa Kuok telah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul namun saat ini Kuok kekurangan motor penggerak.  "Untuk penggerak agar Kuok ini lebih maju memang tidak ada. Kami minta Amin menggerakkan motor ini. Kami siap mendukung Pak Amin pada Pilkada 2017 mendatang," ujar Zamri.
 
"Ibarat kita berladang, kalau dimulai hari ini mencangkul berladang Insya Allah buah bisa berhasil," ulasnya.
 
Sementara Ketua Forum Petani Kampar Bersatu Kholili mengatakan,  Forum Petani Kampar Bersatu lahir karena banyaknya persoalan yang dihadapi petani di Kabupaten Kampar salah satu permasalahan anljoknya harga komoditi yang dihasilkan petani.
 
"Oleh sebab itu  Forum Petani Kampar Bersatu siap bergandeng tangan dengan Apindo. Dokternya Apindo saat sakitnya ekonomi masyarakat Kampar. Kalau bersama-sama apapun keinginan dan tujuan akan tercapai," ungkap Kholili.(pit)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • Thomiabob

    casino games online <a href="https://casino-bonus.icu/">gambling ...

    View Article
  • Hargrele

    zone online casino games <a href="https://playcasinogames.icu/">free vegas ...

    View Article
  • MitsenkoAgego

    4956 cialis pharmacy uk <a href=http://cialislfa.com/>generic cialis</a> ...

    View Article
  • RegechMaf

    best online pharmacy [url=http://canadianpharmaciescubarx.com/]canadian pharmacies[/url] ...

    View Article