Balimau Kasai Bukan Ajaran Islam Melainkan Tradisi Hindu

Balimau Kasai Bukan Ajaran Islam Melainkan Tradisi Hindu

BANGKINANG (SK) - Ramadhan tinggal menghitung hari. Jika tak ada aral melintang, tanggal 6 Juni mendatang, umat Islam di seluruh dunia melakukan ibadah puasa selama satu bulan. Di beberapa daerah seperti di Riau khususnya di Kabupaten Kampar, ada tradisi tahunan menyambut Ramadhan yang bernama Mandi Balimau Kasai.

Menurut Azhari salah seorang penulis kolom di salah satu media online, tradisi Balimau biasanya diadakan sehari menjelang memasuki puasa bulan Ramadhan, sebelum senja menjelang masyarakat berduyun-duyun menuju sungai dan danau dengan mengadakan mandi massal. Laki-laki dan wanita, tua dan muda semua tumpah ruah di berbagai sungai di Kampar, dengan istilah “Balimau Kasai”.

Yang menariknya, menurut Azhari tradisi yang sudah bertahun-tahun di lakukan itu, tidak ada riwayat yang sahih sejak kapan tradisi balimau ini dimulai. Tidak afdhal balimau jika tidak keramas dengan harum-haruman yang terdiri dari jeruk purut dan bunga rampai. Sehingga disinyalir kata “Balimau” ini muncul dari bahan untuk keramas yang menggunakan jeruk purut (limau).

Tujuan balimau untuk menyucikan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan, wujud penyucian diri ini dengan mandi di sungai dan danau, keramas dengan jeruk dan bunga rampai yang wangi. Setelah balimau kemudian bermaaf-maafan karena akan memasuki bulan Ramadhan, malamnya shalat tarawih dan besoknya berpuasa.

Bukan dari Ajaran Islam

Menurut Azhari, Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan ketika memasuki bulan Ramadhan agar mandi dengan menyiram sekujur tubuh (mirip mandi junub), dalam Islam dianjurkan sebelum memasuki puasa agar saling memaafkan karena Ramadhan adalah bulan untuk bertaubat, sementara ampunan Allah swt terhalang jika urusan sesama manusia belum diselesaikan. Disamping itu, kaum muslimin dianjurkan mempersiapkan diri sebaik mungkin secara fisik dan rohani agar memperoleh hasil optimal dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Persiapan sebelum memasuki Ramadhan yang diajarkan Islam, antara lain: 1) Persiapan nafsiyah, yakni menyucikan jiwa (tazkiyatun nafsi) sehingga mempunyai sifat ikhlas, sabar dan tawakal. 2) Persiapan tsaqafiyah, yakni mendalami fiqih puasa sehingga paham bagaimana berpuasa sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw dan paham apa saja yang membatalkan puasa. 3) Persiapan jasadiyah, karena aktifitas Ramadhan memerlukan kekuatan fisik seperti melakukan puasa, shalat tarawih dan ibadah lainnya, fisik yang lemah/tidak sehat tentu akan mengurangi kekhusyukan dalam beribadah.

Berasal dari Ajaran Hindu

Yang lebih menariknya lagi, menuru Azhari kaum Paderi yang baru pulang dari Mekah menjadi penggerak di tanah Minang untuk membersihkan ajaran Islam yang masih bercampur dengan ajaran Hindu, di bawah pimpinan Haji Miskin di Pandai Sikek. Kaum Paderi melihat contoh ketegasan kaum Wahabi dalam menjalankan Islam di tanah Arab. Menurut keyakinan mereka , agama Islam harus dibersihkan dari pengaruh agama lain seperti Hindu.

Setidaknya ada 3 hari raya Hindu yang mengadakan ritual menyucikan diri dengan mandi di Sungai Gangga; 1) Makara Sankranti, berlangsung pada pertengahan Januari, umat Hindu menyucikan diri di sungai Gangga sebagai bentuk pemujaan kepada dewa Surya. 2) Raksabandha, berlangsung pada bulan purnama antara Juli-Agustus, pagi hari umat Hindu menyucikan diri ke sungai Gangga untuk menguatkan tali kasih sayang diantara mereka. 3) Vasanta Panchami, berlangsung bulan Januari-Februari, umat Hindu menyucikan diri di sungai Gangga untuk menyambut musim semi.

Sehingga diyakini tradisi balimau merupakan asimilasi antara ajaran Islam dengan Hindu, Islam mengajarkan untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan baik fisik maupun rohani, tetapi persiapan diri menggunakan cara Hindu menyucikan diri dengan mandi massal di sungai dan danau.

Mengotori Kesucian Ramadhan

Ramadhan bulan suci dimana umat Islam berlomba-lomba memperbanyak ibadah karena nilai pahalanya berlipat-ganda, mereka berpuasa di siang hari, shalat tarawih di malam hari, memperbanyak dzikir, baca Al-Quran, mengkaji Islam, bersedekah dan ibadah lainnya. Tetapi sebelum memasuki Ramadhan terlebih dahulu dikotori dengan perbuatan maksiat yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam, seperti balimau. Amalan ini sama sekali tidak bernilai pahala di sisi Allah swt karena tidak ada tuntunan dari Allah dan rasul-Nya, malah dosa yang akan diperoleh.

Acara balimau banyak mudharat daripada manfaatnya. Balimau merupakan kesempatan bagi para muda-mudi untuk berpacaran dan mencari jodoh, ajang cuci mata bagi mereka yang iseng karena ketika mandi dan pakaian menjadi basah akan memperlihatkan lekuk tubuh, campur baur (ikhtilath) antara laki-laki dan wanita di sungai dan danau yang tidak dibenarkan oleh ajaran Islam.

Islam mengharamkan pacaran (khalwat) sebelum menikah, ajaran Islam sebelum memasuki jenjang pernikahan adalah ta’aruf (berkenalan), khitbah (meminang) dan kemudian menikah (aqad nikah). Islam juga mengajarkan mandi di tempat tertutup untuk melindungi kehormatan, bukan di tempat umum seperti tradisi balimau. Islam mewajibkan muslim dan muslimah untuk menutup aurat, aurat laki-laki antara pusar dan bahwa lutut, sedangkan aurat wanita yang boleh tampak adalah muka dan telapak tangan, berjilbab tetapi berpakaian ketat dianggap masih membuka aurat karena masih memperlihatkan lekuk tubuh. Islam mengatur kehidupan laki-laki dan wanita secara terpisah, campur baur (ikhtilath) tidak dibenarkan oleh Islam.

Begitu mulia ajaran Islam agar kehidupan ini lebih baik, kenapa kita masih mengabaikan aturan Allah swt dengan alasan tradisi atau pariwisata? Untuk apa memperoleh keuntungan dari pariwisata tetapi dengan melakukan perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah swt?.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 26 Komentar untuk Berita Ini

  1. mulyadi ahmad 29 Mei 2016, 13:33:43 WIB

    Ini bukan masalah ajaran dan dan aqidah menurut anda
    tapi ini masalah tradisi adat, oleh karena itu kepada yang membuat artikel ini sy ingin membawa anda berdiskusi dalam hal ini. Trim's

    Nita julianti 29 Mei 2016, 15:58:50 WIB

    Ini hny adat pak! Lagi pula kita bukan turunan arab.....sebelumnya kita jg pny asal usul pak!....jgn buat opini menyesatkan... toh jg gk ada unsur haram dan halal dlm tradisi balimau kasai...harusnya bpk penulis ikut serta melestarikannya,buka mata dan telingga buat kemajuan d kampar....lihat kawasan timur tengah yg di obok-obok oleh pemikiran sperti bpk...

    Jonni 29 Mei 2016, 17:01:17 WIB

    Seharusnya adat yang mengikuti agama karena adat itu bersendi sara' dan sara' merujuk ke kitabullah. Ikhtilath itu haram hukum nya apalagi mandi, basah2 menampakkan lekuk tubuh....yang salah jangan diteruskan.

    muhammad sopian 29 Mei 2016, 18:00:44 WIB

    Jadikan qur'an dan hadist sebagai pedoman...!insya allah selamatlah dunia dan akhirat...!

    muhammad sopian 29 Mei 2016, 18:01:25 WIB

    Jadikan qur'an dan hadist sebagai pedoman...!insya allah selamatlah dunia dan akhirat...!

    muhammad sopian 29 Mei 2016, 18:01:26 WIB

    Jadikan qur'an dan hadist sebagai pedoman...!insya allah selamatlah dunia dan akhirat...!

    Ari 29 Mei 2016, 20:54:32 WIB

    Pencerahan yg baik....
    Tradisi yg seperti ini seharusnya di sett ulang supaya kampar tidak sesat... balimau (mandi pakai limau)
    Buat apa ? Silaturrahmi ? Lebih baik dimasjid buat silaturrahmi....

    irul 30 Mei 2016, 09:40:41 WIB

    jangan pertentangkan adat dan agama,lagi pula dalam Islam mandi itu hukumnya wajib dan ada juga mandi sunat, filosofis balimau bakasai itu adalah mandi jadi jk menurut anda mandi itu adalah tradisi agama lain ya udah anda gk usah mandilah

    Aldi 30 Mei 2016, 15:58:13 WIB

    Batua bana tu,barasiah an agamo dari adaik2 yg ndak jaleh..
    Mandi padusi islam tu nda ditampaik umum do,malah manampak an bayang2 badan(lekuk tubuh) malah mamanciang salero nan laki2.
    Kalo ado yg manantang,bisa dipastikan urang yg manantang tu jarang sholat dan yg pasti ndak mangarati jo aturan agamo..;)

    rizal 31 Mei 2016, 00:05:32 WIB

    assalam...saya sangat setuju sekali kepada saudara_saudara saya yg membenarkan klo tradisi mandi balimau bersama itu adalah perbuatan yg jauh melenceng dari ketetapan agama islam...
    pangkas habis hal hal yg berbau sesat dalam agama islam..
    jangan buta kan mata telinga kita untuk mengikuti petunjuk alquran n hadis..itu adalah kunci kesalamatan kita di hari ahir kelak.wassalam

    boyak ocu 31 Mei 2016, 11:34:21 WIB

    nyo awak gp la ndak pandai mamilah milio le, kok pamimpin baapo kan banyak dapek masa, baapo kan banyak di sanjuong, jadi kok babuek jo bapandapek indak agamo nan bajadian tompek bapikiu do, masyarakat la indak omuo di sala ..an do, kini tagantuong ka kayakinan masiong2

    Doni 31 Mei 2016, 21:34:19 WIB

    sungguah kasihan saya membaca komentar yang megatakan ini hanya adat dan tidak perlu dipertentangkan dengan agama...bahkan ada yang sampai menyatakan ga usah mandi.. hahaha

    otak mana otak?? oya.. kalo otak aja di tarok di dengkul apalagi hati... kasihan

    zanvan 01 Jun 2016, 09:01:44 WIB

    Itulah susahnya kalau org wahabi yang berbicara... Tdk ada lagi yg benar semua perbuatan org lain.

    JuniArteti 01 Jun 2016, 09:46:47 WIB

    Saya setuju sekali dengan artikel ini. Kita harus membersihkan ajaran islam dari pengaruh ajaran Hindu. Mana ada islam mengajarkan wanita mandi diluar bercampur antara laki2 dan perempuan serta menampakkan lekuk tubuh. Tradisi seperti itu harus nya dipangkas habis dan kita harus berpedoman pada Al-qur'an dan hadist. Sementara buat orang yg tidak setuju dengan artikel ini berarti orang itu tidak pernah shalat dan puasa. Serta tidak pernah baca Al-qur'an sehingga dia lebih pentingkan adat daripada Agama. Lebih mementingkan dunia nya saja daripada akhirat sehingga tidak tau mana yg sesat dan yg benar.

    ramdani 02 Jun 2016, 23:43:20 WIB

    Menurut saya mandi balimau itu
    1. Zina. Bercampurnya laki laki dan perempuan. Apalagi mandi, jelaslah lekuk tubuhnya.. Kalau anda islam pasti sudah tau dosa zina seperti apa
    2. Sirik. Orang yang mandi memakai limau dan meminta pengampunan melalui barang tersebut dan mengharap dosanya hanyut oleh air. Sedangkan hanya kepada اللّهُ SWT lah kita menyerah diri dan memohon ampunan hanya dengan apa yang dicontohkan rasullullah. Kalau ini terMAsuk sirik besAr.
    Silaturahmipun telah di atur islam. Maka jika anda merasa muslim jangan ikut atau terlibat dengan balimau. Dan pemerintah wajib melaranG dan apabila dibiarkan pemerintah dapat dosa balimau juga! Wallahua'lam

    Yasmol 04 Jun 2016, 12:44:36 WIB

    Jika memang lebih banyak mudaratnya.... mandi bersama-sama... basah basahan sehingga kelihatan lekuk tubuh.... sebaiknya dihentikan.... kenapa juga dilanjutkan tradisi atau adat yang bertentangan dengan agama islam....

    indra 06 Jun 2016, 04:57:42 WIB

    Kenapa slalu dikaitkan dgn adat istiadat...???klw bertentangan dgn ajaran agama islam dan utk perubahan yg lbh baik lg knp gg kt ikuti wahai saudara2ku...bnyk sbnrnya yg berkaitan dgn adat istiadat tp bertentangan dgn ajaran agama kita...mhon maaf sblumnya bkn mau menjelek2kan suatu suku atau yg lainnya...cth lainnya berburu babi dgn anjing pemburu ktnya klw gg berburu gg jantan tp mrk memelihara bhkn ada jg yg sngj membiarkan anjing kluar msuk rmh mrk dan dgn bangganya mrk hmpir stiap hari membw anjing pemburunya jalan2 sore...ap tdk besar kemungknan tgn mrk tdk trjilat oleh anjing pemburu mrk...???bkn kh malaikat tdk mau msuk ke rmh kt apbl ad anjing di rmh kt...???

    abubakar 09 Jun 2016, 15:47:45 WIB

    Gk usah terlalu sok alimlah kawan koreksi dan intropeksi kita dan keluarga kita, kalau memang lidah tak bertulang...!

    ocu hajar 11 Jun 2016, 13:40:26 WIB

    adat tidak salah

    nita 15 Jun 2016, 15:58:57 WIB

    Bagaimana adat ini hilang, walau sudah banyak ygg tau kalo adat ini mlenceng dari ajaran Agama Islam, pemerintah selalu mendukung acara2 tersebut,,

    Indonesia Beragama 20 Jul 2016, 13:55:31 WIB


    klo mandi sama-sama jadi masalah ............ya kamu selaku orang islam yg paling bener menurut kamu sendiri kan bisa mencari terpal pajang sebagai penghalang antara perempuan dan laki-laki.... yang mau ngeluarkan modal untuk beli terpal sebagai penghalang INSYA ALLAHdapat pahala

    MODAL DONK... JANGAN KOMEN AJA......

    Rizal Dwi Putra 09 Agu 2016, 11:59:06 WIB

    Sang penulis kalau tidak tahu dengan maksud apa yang anda tulis silahkan anda pahami dulu sesuatu itu, Balimau Kasai yg anda maksud itu adalah persepsi anda bukan persepsi dari kami sang pelaku balimau kasai, kalau anda mau yg jelas tentang MAKSUD DAN TUJUAN DARI BALIMAU KASAI, silahkan datang ke kami.kita dudukan hal ini agar anda jelas dan tidak mencampur adukan adat isti adat dan agama, dan tidak menyalahkan adat isti adat dan tradisi.

    REZA 11 Okt 2016, 04:53:04 WIB

    Sekiranya kalau itu menjadi pendapat anda tentang adat balimau bakasai ini adalah tradisi hindu mungkin menurut saya anda keliru, kalau mang benar apa BUKTI yang KONGKRIT nya, karna ini adalah adat kita orang kampar sejak dulu , bahkan belum bpk lahir pun adat ini telah ada, dulunya adat balimau bakasai memang tidak seperti yang dilakukan oleh ninik mamak awak dahulu, tapi tergantung pribadi kita masing2 lagi, kalau balimau bakasai ini dikaitkan dengan tradisi umat hindu saya pribadi tidak setuju

    Husein 26 Mei 2017, 21:20:56 WIB

    Akan lebih baik jika kita instropoeksi diri kita masing2. Karena kebenaran yg hakiki hanya milik Allah SWT.

    Ril 03 Jun 2017, 17:54:36 WIB

    Yg buat berita pro wahabi kayak nya ni Jangan Jangan orang wahabi Ya... Soalnya katanya wahabi membersihkan penyimpangan ditanah arab... Promosi Ya

    Obat Rematik Di Apotik 18 Nov 2017, 14:23:56 WIB
View all comments

Write a comment