42 Putra Kampar Terancam Gagal Lanjutkan Pendidikan S1 ke Timur Tengah dan Eropa, Pemda Kemana?

42 Putra Kampar Terancam Gagal Lanjutkan Pendidikan S1 ke Timur Tengah dan Eropa, Pemda Kemana?

BANGKINANG (SK) - Sebanyak 42 orang putra Kabupaten Kampar terancam gagal melanjutkan jenjang pendidikan S1 ke sejumlah negara Timur Tengah dan Eropa. Mereka tergabung dalam Association Of Rise Youth Swarna Dwipa atau Assosiasi Kebangkitan Pemuda Sumatera.

Para mahasiswa putra jati Kabupaten Kampar ini mempunyai prestasi dan berkemauan tinggi untuk memajukan dunia pendidikan di Kampar ini, namun mereka merupakan dari kalangan kurang mampu.

"Berbagai upaya telah kami lakukan guna mendapatkan bantuan sampai kepihak perusahaan, namun hingga kini hasilnya tetap nihil," ujar Ilham Afandi mahasiswa Fernstudium Jerman kepada awak media di kantor PWI  Kabupaten Kampar, Rabu (30/8/2017).

"Padahal, proposal bantuan biaya pendidikan dilapiri surat rekomendasi dari Ketua DPRD Kabupaten Kampar Pak Ahmad Fikri," ujarnya.

Dikatakan, dirinya dan kawan-kawan sengaja mendatangi kantor PWI karena sudah putus asa. Berbagai upaya dilakukan guna mengharapkan bantuan dan partisipasi untuk kelancaran pendidikan.

"Melalui media ini, semoga dapat mengetuk hati para donatur yang peduli dengan dunia pendidikan untuk kemajuan Kabupaten Kampar," imbuh  Ziko Adil Fajri mahasiswa yang menuntut ilmu di negara Mesir.

"Jika lulus nanti, kami siap mengabdi untuk kemajuan Kabupaten Kampar," ujarnya.

Adapun ke 42 orang mahasiswa itu yakni, 2 orang mahasiswa menempuh jenjang pendidikan di negara Jerman, 21 orang di negara Mesir, 8 orang di negara Sudan, 5 orang di Negara Turki, 3 orang di Saudi Arabia, 1 orang di Negara Maroko, 1 orang di Negara Yaman dan 1 Orang di Negara Tunisia, ungkap Ziko.

Dikatakan, waktu keberangkatan para mahasiswa ke negara Timur Tengah dan Eropa bervariasi, dimulai pada 29 Agustus hingga 10 Oktober 2017.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kampar, M Yasir ketika ditanya hal ini, Kamis (31/8/2017) di Bangkinang menyampaikan, pemerintah Kabupaten Kampar sebetulnya sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Apalagi terhadap para mahasiswa Kabupaten Kampar yang mau berkontribusi membangun Kabupaten Kampar.

Namun, untuk memberikan bantuan kepada sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan dan Mahasiswa merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Propinsi Riau sesuai UU Nomor 23 tahun 2014.

"Jadi, kita hanya bisa mengarahkan agar para mahasiswa yang menempuh pendidikan di negera Timur Tengan dan Eropa untuk mencari peluang di Provinsi Riau," ucapnya.

"Kabupaten sudah tidak dapat lagi mengambil kebijakan untuk membantu mereka, sebaiknya cari peluang ke Provinsi," ujar Yasir menganjurkan. (Akhir Yani)

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • qnc jelly gamat obat kanker nasofaring

    cara alami menyembuhkan dan mengobati kanker nasofaring / kanker hidung yang aman dan ...

    View Article
  • Walatra Bersih Wanita

    Bismillah http://mysp.ac/3xXi6 ...

    View Article
  • KsnfBiody

    over the counter viagra alternative http://viagracnar.com/ viagra sildenafil <a ...

    View Article
  • cream penghilang flek hitam ampuh

    betul peran warga yang baik jangan suka di anggap rusuh dalam memberantas kebatilan ...

    View Article